Wiranto Katakan Warga Asing Tak Dilarang ke Papua, Namun Dibatasi
photo/ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Forum

Wiranto Katakan Warga Asing Tak Dilarang ke Papua, Namun Dibatasi

Zal
Rabu, 04 September 2019 20:33 WIB 04 September 2019, 20:33 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto megatakan bahwa warga negara asing (WNA) tidak dilarang untuk datang ke Papua, melainkan hanya dibatasi.

"(Pembatasan) Semua itu kan ada kepentingannya. Bukan pelarangan ya, pembatasan," katanya, saat konferensi pers kondisi Papua dan Papua Barat, di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan bahwa langkah pembatasan WNA tersebut, bertujuan untuk mencegah masuknya provokator yang ingin memperkeruh suasana di Papua dan Papua Barat yang semakin kondusif dan demi keselamatan mereka sendiri.

Dia juga mengatakan, dengan pembatasan itu, warga asing yang ingin ke Papua harus melalui persyaratan-persyaratan tertentu dan melewati skrining.

"Saya tanya apakah Anda bisa membedakan ini wisatawan atau provokator? Enggak bisa kan. Nah, makanya supaya nanti tidak ada yang ikut ke sana, nimbrung ke sana, maka ada pembatasan," katanya.

Selain itu, ia mengatakan kalau situasi di Papua dan Papua Barat sudah benar-benar kondusif seperti sediakala, warga asing justru didorong untuk berwisata ke Papua.

"Nanti kalau sudah kondusif, sudah damai, kita suruh masuk. Ayo ke Raja Ampat sana, devisa masuk. Dulu juga nggak ada pembatasan. Ya, kita minta maaf, tapi itu harus kita lakukan," katanya.

Sementara itu, terkait deportasi terhadap empat WNA asal Australia, ia mengatakan belum ada bukti yang cukup tentang keterlibatan mereka dengan kerusuhan di Papua sehingga mereka hanya dideportasi.

"Kalau ada bukti yang cukup, kita pasti hukum dengan hukuman kita, UU kita, karena mereka kemarin ikut nimbrung ke situ. Ditanya, kok foto-foto? Saya kira pawai budaya. Ini bukan pawai budaya, ini demonstrasi, anarkis," katanya.

Adapun keempat WN Australia tersebut adalah Baxter Tom (37), Davidson Cheryl Melinda (36), Hellyer Danielle Joy (31), dan Cobbold Ruth Irene (25).

    TAG
    Editor Media
    Editor Media

    Zal

    Editor