Ilustrasi kekerasan pada anak. (ChatGPT)
INDOZONE.ID - Kasus kematian Alvaro Kiano Nugroho (AKN) dari penculikan sampai dengan ditemukan meninggal dunia ramai menjadi sorotan publik.
Dalam kasus ini, Alvaro meninggal dunia akibat kekerasan yang dilakukan oleh ayah tirinya sendiri, sosok yang seharusnya menjadi pelindung.
Kasus ini bermula dikala sang bocah izin untuk salat magrib di Masjid Jami Al-Muflihun, Bintaro, Jakarta Selatan pada 6 Maret 2025 lalu. Pengakuan dari saksi yang merupakan marebot Masjid mengungkap jika ada seorang pria mencari Alvaro.
Kala itu, saksi kehilangan jejak lantaran sedang menyiapkan menu buka puasa. Dari sinilah Alvaro tak pernah kembali ke rumah.
Baca juga: Kinerja Polisi Banyak yang Memble, Reformasi Polri Makin Mendesak?
"Ini diakui oleh tersangka melakukan penculikan terhadap ananda AKN sampai dengan membawa korban dari salah satu masjid ke wilayah Bintaro," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto sebelumnya.
Kematian tragis Alvaro ini kembali membuka tabir gelap yang selama ini tersembunyi di balik dinding rumah, di mana kekerasan domestik yang tak terdeteksi, tak tertangani, dan sering kali berujung fatal.
Kasus kematian Alvaro memicu kemarahan publik dan memunculkan pertanyaan besar: bagaimana kekerasan terhadap anak dapat berlangsung begitu lama tanpa terdeteksi? Dan perilaku seperti apa yang dimiliki pelaku kekerasan domestik hingga tindakannya berujung pada kematian seorang anak?
Untuk memahami fenomena ini dari sudut pandang ilmiah, berikut beberapa penjelasan berdasarkan hasil wawancara Indozone dengan Cynthia A. W. (Kriminolog).
Baca juga: Pro dan Kontra Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto, Ini Kata Pakar Sejarah
Ilustrasi kekerasan pada anak. (Freepik)
Cynthia menyampaikan bahwa kekerasan domestik tidak terdeteksi bukan karena tidak terjadi, melainkan karena ruang privat masih dianggap wilayah yang tidak pantas disentuh.
Kasus kematian Alvaro memicu kemarahan publik dan memunculkan pertanyaan besar: bagaimana kekerasan terhadap anak dapat berlangsung begitu lama tanpa terdeteksi? Dan perilaku seperti apa yang dimiliki pelaku kekerasan domestik hingga tindakannya berujung pada kematian seorang anak?
Untuk memahami fenomena ini dari sudut pandang ilmiah, berikut beberapa penjelasan berdasarkan hasil wawancara Indozone dengan Cynthia A. W. (Kriminolog).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung