KANAL

REGIONAL

Minggu, 02 NOVEMBER 2025 • 09:21 WIB

Banjir Kemang: Kawasan Elit yang Sulit Menemukan Solusi Saat Terkepung Genangan Banjir

Banjir Kemang: Kawasan Elit yang Sulit Menemukan Solusi Saat Terkepung Genangan BanjirIlustrasi Jalan Kemang Raya, Bangka, Mampang Prapatan terendam banjir pada 2021 lalu. (ANTARA/Sihol HasugianI

INDOZONE.ID - Fenomena banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan seolah bukan lagi hal yang mengejutkan. Orang tak lagi bertanya-tanya: 'kok bisa kawasan elit seperti itu tergenang banjir setiap hujan besar turun?'.

Semua orang yang tinggan atau bekerja di kawasan yang mendapatkan predikat 39 Coolest Neighbourhoods in the World in 2025 dari Time Out tersebut adalah kawasan langganan banjir. Tak peduli perumahan dengan lingkungan apartemen yang eksekutif pun, banjir selalu terjadi bila curah hujan cukucp tinggi.

Seperti halnya yang terjadi pada Kamis (30/10/2025) sore lalu, hujan besar telah menyebabkan Kemang seolah terkepung dari banjir. Tim Indozone yang harus pulang kerja kesulitan menemukan akses untuk keluar dari Kemang lantaran tertutup karena banjir.

Salah satu akses jalan yang tak bisa dilalui adalah jalan Kemang Utara menuju Mampang Prapatan Raya, Duren Tiga, ataupun Warung Buncit tak bisa dilalui karena air dari kali Mampang meluap.

Baca juga: Penyebab Kemang Banjir Diungkap Gubernur DKI Jakarta

Pada pukul 18.30 WIB, beberapa warga terlihat berjaga di kawasan Kemang Timur yang ingin mengakses jalur Kemang Utara dan Duren Bangka. Mereka memberi arahan jalur lain yang bisa dllewati, yaitu jalur Kemang Timur menuju Ampera dan Pejaten.

Banjir Kemang: Kawasan Elit yang Sulit Menemukan Solusi Saat Terkepung Genangan BanjirKepadatan banjir di Kemang, Jakarta selatan imbas banjir (INDOZONE/M Fadli)

Salah seorang karyawan bernama Salsabila Az Zahra yang bekerja di kawasan Kemang Raya juga sempat kebingungan saat harus pulang kerja di sore itu. Hampir kebingungan karena kendaraan tak bergerak imbas banjir, dan kesulitan mendapatkan pjek online untuk mengatarkannya pulang.

"Aku balik kantor sore jam 5 an, biasanya aku balik emang pake busway. Sebenernya agak kaget juga ngeliat sepanjang jalan kemang itu beneran macet isinya mobil," kata Salsabila saat ditanya Indozone. 

"Pas aku nunggu busway, temen kantorku ngechat kalo katanya busway gak bakalan beroperasi karena banjir, yang busway arah Ragunan aja tuh katanya gak jalan. Cuma aku masih berusaha positif lah, karena busway yg dari kiri (6N blok m-via kemang). Ternyata nunggu sejaman, beneran gak ada ternyata dan aku mutusin buat pesen ojol akhirnya," tambahnya.

Sayangnya, tak ada satu pun ojol yang mau ambil, bahkan sempat ada yang membatalkan. Tidak ada pengemudi yang mau menembus kawasan yang dikepung banjir ini.

Baca juga: Genangan di Jalan Kemang Raya Jakarta Selatan Sudah Surut Total

Eksploitasi Kawasan Tanpa Baca Kondisi Alam

Menurut pengamat tata kota Yayat Supriatna, akar persoalan banjir di Kemang tidak sesederhana curah hujan tinggi — melainkan hasil dari perubahan besar pada bentang alam dan tata ruang kawasan itu sendiri.

Yayat mengungkapkan bahwa sejak awal, Kemang bukanlah kawasan komersial seperti sekarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Banjir Kemang: Kawasan Elit yang Sulit Menemukan Solusi Saat Terkepung Genangan Banjir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!