KANAL

REGIONAL

Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 20:08 WIB

Mie Ayam Jadi Menu Sarapan dan Makan Malam Pake Bubur, Culture Shock Para Perantau di Jakarta!

Mie Ayam Jadi Menu Sarapan dan Makan Malam Pake Bubur, Culture Shock Para Perantau di Jakarta!Ilustrasi Mie Ayam yang menjadi culture shock di Jakarta. (Ilustrasi OpenAI)

INDOZONE.ID - Bagi banyak orang, Jakarta adalah kota impian, pusat bisnis, hiburan, dan peluang karier. Namun, di balik gemerlapnya, Jakarta menyimpan dinamika dan gaya hidup yang sangat berbeda dari kota-kota lain. 

Bagi para pendatang, transisi ini sering kali menimbulkan culture shock yang cukup signifikan. Mulai dari kecepatan hidup yang tak kenal lelah hingga gaya komunikasi yang serba cepat, adaptasi di ibu kota bukanlah hal yang mudah.

Salah satu yang memicu culture shock orang yang merantau di Jakarta adalah menu makanan yang kerap dikonsumsi mayoritas masyarakat Jakarta. Hal itu diungkapkan Dimas seorang karyawan di salah satu Perusahaan Swasta di Jakarta yang berasal dari Jawa Timur.

Dimas yang baru pertama kalinya berkerja di Jakarta pun mengaku terkejut dengan kebiasaan-kebiasaan tak lazim yang kerap dilakukan oleh masyarakat Ibu Kota, salah satunya adalah mengonsumsi mie ayam untuk jadi menu sarapan sebelum melakukan aktivitas.

Baca juga: 5 Zodiak yang Ahli Mainin Perasaan Pasangan, Termasuk Kamu?

"Jujur saya agak terkejut saat pagi-pagi mau berangkat ke kantor, melihat ada bapak-bapak makan mie ayam. Terlebih di daerah asal saya (Malang, Jawa Timur) mie ayam biasanya dimakan siang atau sore hari," terang Dimas saat diwawancarai oleh INDOZONE.

"Gak cuman itu, saya juga heran pas lagi nongkrong sama temen saya, saya melihat ada orang yang makan bubur malam-malam. Awalnya saya pikir, kayaknya kalau di Jakarta ini semuanya serba terbalik," lanjutnya.

Selain itu, Dimas juga mengaku menemukan rasa makanan di Jakarta yang berbeda dengan di daerah asalnya. Ia menyebut bahwa makanan di Jakarta lebih banyak terasa asin dan menggandung micin.

"Gak cuman kebiasaan memilih waktu dalam memakan makanan, di sini juga ada beberapa makanan yang rasanya beda banget sama di daerah asal saya. Saya rasa makanan di Jakarta justru lebih banyak mengandung micin dan serba agak asin," ungkapnya.

Baca juga: 3 Zodiak yang Hidupnya Terlihat Makin Bahagia Setelah Putus

Meski awalnya terkejut, Dimas mengaku mulai terbiasa dengan kebiasaan 'gak lazim' yang dilakukan masyarakat Jakarta dalam mengonsumsi makanan.

"Kalau sekarang sih saya merasa sudah terbiasa dengan baik rasa atau melihat orang memakan makanan tapi dirasa bukan waktu yang tepat. Ya, Namanya pendatang, jadi mau gak mau saya harus bisa adaptasi dengan kebiasaan masyarakat di sini," pungkasnya.

Culture shock bagi pendatang di Jakarta adalah hal yang wajar. Kota ini memang menuntut adaptasi yang cepat.

Dengan memahami dinamikanya, kamu bisa mempersiapkan diri lebih baik. Ingatlah bahwa di balik segala tantangannya, Jakarta juga menawarkan kesempatan dan pengalaman yang tidak akan kamu temukan di tempat lain.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mie Ayam Jadi Menu Sarapan dan Makan Malam Pake Bubur, Culture Shock Para Perantau di Jakarta!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!