KANAL

REGIONAL

Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 20:52 WIB

Motor Brebet Setelah Isi Pertalite? Ini Kata Pakar soal Etanol dan BBM di Indonesia

Motor Brebet Setelah Isi Pertalite? Ini Kata Pakar soal Etanol dan BBM di IndonesiaPertamina tinjau SPBU di Jatim. (Dok. Pertamina Patra Niaga)

INDOZONE.ID - Belakangan ini, sejumlah pengendara di Jawa Timur mengeluhkan motor mereka mendadak brebet alias tersendat, bergetar tidak normal, bahkan mati setelah isi Pertalite. Isu langsung melebar, apakah ini karena campuran etanol di bahan bakar?

Menurut pakar ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, hal itu tidak benar.

“Saya rasa enggak benar ya. Yang sekarang pakai etanol itu justru Pertamax Green dengan campuran lima persen atau E5. Pertalite saya kira tidak,” jelas Fahmy dikutip dari Antara, Kamis (6/11/2025).

Ia menilai, pemerintah perlu memastikan penyebabnya lewat uji laboratorium, bukan asumsi.

Pemerintah Turun Tangan

Senada dengan Fahmy, ekonom STIE YKPN Yogyakarta Rudy Badrudin juga meminta pemerintah menginvestigasi fenomena ini.

“Apakah disebabkan oleh BBM-nya, atau memang faktor lain seperti kondisi motor?” ujarnya.

Sementara Guru Besar UGM, Prof. Wahyudi Kumorotomo, menegaskan isu campuran etanol di Pertalite adalah informasi yang menyesatkan. Ia meminta pemerintah melawan hoaks semacam ini lewat kanal resmi seperti Kementerian Komunikasi dan Digital.

Motor Brebet Setelah Isi Pertalite? Ini Kata Pakar soal Etanol dan BBM di IndonesiaIlustrasi SPBU. (Dok. Pertamina Patra Niaga)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga sudah menurunkan tim dari Lemigas untuk memverifikasi laporan motor brebet. Ia bahkan sempat mengecek langsung kualitas Pertalite di SPBU Kota Malang dan memastikan hasilnya baik.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga sudah meminta maaf dan melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan.

Baca juga: Motor Brebet Massal di Jatim Imbas Etanol? Ini Kata Pakar

Menuju BBM Campuran Etanol (E10)

Di sisi lain, pemerintah sedang menyiapkan kebijakan bahan bakar campuran etanol 10 persen atau E10. Meski sempat muncul kekhawatiran soal dampaknya terhadap mesin, para ahli menegaskan kendaraan modern sudah kompatibel dengan bahan bakar jenis ini.

Baca juga: 5 Dampak Penggunaan Etanol Pada BBM Kendaraan yang Perlu Kamu Pahami, Bagus untuk Mesin?

Bahlil menyebut, kebijakan E10 sudah mendapat restu Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah menuju transisi energi bersih dan pengurangan ketergantungan impor BBM.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara, Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Motor Brebet Setelah Isi Pertalite? Ini Kata Pakar soal Etanol dan BBM di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!