KANAL

REGIONAL

Kamis, 11 JUNI 2026 • 13:40 WIB

Fenomena Gen Z Curhat ke AI: Saat ChatGPT Jadi Tempat Mencari Jawaban dan Validasi Emosi

Fenomena Gen Z Curhat ke AI: Saat ChatGPT Jadi Tempat Mencari Jawaban dan Validasi EmosiIlustrasi gen z curhat ke AI. (Freepik)

INDOZONE.ID - Destia menatap layar ponselnya cukup lama malam itu. Mengetik, berhenti untuk berpikir, mengetik lagi, begitu berulang kali.

Bukan sedang mengetik chat untuk teman atau pacarnya, saat itu Destia sedang mengetik pertanyaan panjang ke ChatGPT.

Hari itu sebenarnya tidak terjadi sesuatu yang besar. Destia tidak sedang ribut atau adu mulut dengan siapapun.

Namun ada percakapan singkat dengan temannya yang membuatnya overthinking. Kalimat yang mungkin terdengar biasa bagi orang lain, tapi justru terus berputar di kepalanya. 

Alih-alih menghubungi sahabat atau membuat unggahan curhat di media sosial, perempuan kelahiran 2003 itu memilih membuka aplikasi AI. 

"Aku cuma pengen tau, sebenarnya aku yang terlalu sensitif atau memang ada yang salah dari situasinya," kata Destia kepada jurnalis Indozone.

Beberapa detik kemudian, jawaban muncul. Bukan cuma memberi solusi, chatbot dari OpenAI itu juga menjelaskan berbagai kemungkinan dari sudut pandang yang berbeda. 

Bagi Destia, respons seperti itulah yang membuatnya semakin sering menjadikan AI sebagai tempat bertanya sekaligus mencari validasi emosi.

Dari Iseng Jadi Kebiasaan

Destia mengaku mulai menggunakan ChatGPT sekitar setahun lalu. Awalnya hanya untuk membantu tugas kuliah dan pekerjaan, namun perlahan fungsinya berubah. 

"Awalnya buat tugas sama nyari ide kerjaan. Lama-lama malah jadi tempat curhat juga," ujarnya. 

Topik yang dibawa Destia ke room chat itu pun beragam. Mulai dari masalah pekerjaan, hubungan asmara, konflik pertemanan, hingga keresahan yang sulit dijelaskan.

Baca juga: 6 dari 10 Anak Muda Urban Pilih Self Diagnosis Pakai ChatGPT saat Sakit, Peneliti Ungkap Bahayanya

Tak jarang, ia menyalin percakapan yang membuatnya bingung atau overthinking seperti saat itu, lalu meminta AI membantu menganalisis situasi tersebut. 

"Kalau ke teman kadang aku mikir mereka lagi sibuk atau nggak. Kadang juga takut di-judge," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fenomena Gen Z Curhat ke AI: Saat ChatGPT Jadi Tempat Mencari Jawaban dan Validasi Emosi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!