KANAL

REGIONAL

Senin, 27 OKTOBER 2025 • 20:59 WIB

Bukan Cuma Bikin Gerah, Cuaca Panas Ekstrem Picu Kenaikan ISPA-COVID di Indonesia

Bukan Cuma Bikin Gerah, Cuaca Panas Ekstrem Picu Kenaikan ISPA-COVID di IndonesiaCuaca panas ekstrem picu kenaikan ISPA-COVID. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/rwa.)

INDOZONE.ID - Fenomena cuaca ekstrem yang melanda akhir-akhir ini tidak hanya menyebabkan rasa gerah, tetapi juga memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi masyarakat pekerja yang mengandalkan transportasi umum.

Keluhan utama yang sering dirasakan oleh para komuter adalah kelelahan parah, cepat capek, sakit kepala yang intens, dan dehidrasi.

Berjam-jam terpapar suhu panas, baik saat di dalam perjalanan, menunggu di halte, atau berdesakan di dalam transportasi umum, membuat suhu tubuh meningkat drastis.

Baca juga: Begini Cara Melindungi Kulit dari Cuaca Panas yang Melanda saat Ini

Hal ini seringkali memicu dehidrasi yang gejalanya meliputi bibir kering, mata cekung, dan penurunan fokus.

Bukan cuma itu, salah satu dampak dari cuaca panas ekstrem ini ternyata juga dapat menyebabkan ISPA, influenza, dan COVID-19, lho.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang mencatat bahwa kasus ISPA, influenza, dan COVID-19 di Indonesia naik lagi.

Menurut Juru Bicara Kemenkes drg. Widyawati, MKM, data surveilans menunjukkan tren kenaikan kasus penyakit pernapasan sejak akhir 2024, lalu meningkat lagi di awal 2025, dan kini naik lagi sejak September 2025.

"Berdasarkan hasil surveilans influenza melalui i Surveilans Sentinel ILI-SARI, terpantau adanya peningkatan kasus pada akhir tahun 2024 dan di awal tahun 2025, yaitu bulan Januari hingga Maret, serta kembali menunjukkan tren peningkatan pada awal September," ujar Widyawati kepada Indozone, Rabu (22/10/2025).

"Kecenderungan ini diperkirakan akan berlanjut hingga awal tahun berikutnya, sejalan dengan pola musiman penyebaran influenza di Indonesia. Demikian pula dengan pemantauan ISPA melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), juga terlihat tren peningkatan kasus," sambungnya.

Kalau kamu merasa lebih gampang lelah, gampang sakit kepala, atau tenggorokan sering kering, itu bisa jadi tanda tubuhmu mulai kalah sama suhu panas.

Widyawati menyampaikan, panas tinggi dan kelembaban berlebih bikin tubuh cepat dehidrasi dan daya tahan menurun. Akibatnya, virus-virus seperti influenza dan COVID-19 lebih mudah menyerang.

"Meski cuacanya masih dalam batas wajar, kombinasi panas, kurang minum, dan aktivitas di luar ruangan bisa memicu gangguan kesehatan," ungkap Widyawati.

Flu atau COVID-19? Begini Cara Membedakannya

Bukan Cuma Bikin Gerah, Cuaca Panas Ekstrem Picu Kenaikan ISPA-COVID di IndonesiaCuaca panas ekstrem picu kenaikan ISPA-COVID (Freepik)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bukan Cuma Bikin Gerah, Cuaca Panas Ekstrem Picu Kenaikan ISPA-COVID di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!