Ilustri artis di Jakarta. (Freepik)
INDOZONE.ID - Kota Jakarta adalah magnet besar bagi para pencari mimpi yang dianggap membuka peluang di segala bidang, termasuk dunia hiburan. Mulai dari artis, musisi, aktor yang kemudian menjadi selebriti, berharap menjadi dikenal dan hidup lebih baik.
Namun panggung dan sorotan bukan untuk semua orang, karena ada persaingan ketat dan tekanan yang tidak ringan. Hanya mereka yang memiliki keahlian, fokus, kreativitas, dan koneksi yang mungkin mampu sedikit bertahan.
Kita semua sudah sering melihat contohnya. Banyak yang akhirnya tumbang dan memilih pulang ke kampung halaman.
Ada yang terbuai dengan materi instan, ada pula yang kehilangan arah karena kurang kreatif atau salah memilih jalan. Dunia industri hiburan di Jakarta tak memberi tempat bagi yang cepat puas.
Baca juga: Daftar Artis yang Gagal Naik Haji karena Visa Furoda Tidak Keluar
Contoh nyata bisa dilihat dari sosok Norman Kamaru, Bobby Joseph, dan beberapa nama lain yang hanya sebentar mencicipi ketenaran.
Ada yang kurang branding dan kreatif, ada juga yang tersandung kehidupan gelap Jakarta. Mereka berakhir dengan kembali ke kampung halaman atau pindah ke kota lain untuk melanjutkan kehidupan.
Belum lagi ada beberapa artis dadakan di media sosial di era awal pandemi yang kini sudah tidak diketahui lagi. Sebutnya saja Ade Londok yang terkenal karena promosi Odading, atau Dimas Ahmad, sosok yang disebut mirip dengan Raffi Ahmad. Mereka sempat mencicipi ketenaran, namun tak mampu menjaga eksistensi di tengah industri yang keras dan cepat berubah.
Ketika sorotan meredup, mereka pun perlahan menghilang dan kembali kehidupan seperti biasa di kotanya masing-masing.
Aldo Sianturi, pengamat musik dan dunia hiburan menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan para artis mengalami kegagalan di industri hiburan.
"Salah satu faktor paling krusial adalah ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan dinamika pasar dan perubahan selera audiens. Industri hiburan, khususnya musik, sangat dipengaruhi oleh tren yang cepat berganti, dan seorang artis harus memiliki kepekaan serta strategi untuk tetap relevan," ungkapnya.
Baca juga: Apa Peran Para Selebriti di Pelantikan Donald Trump? Ini Penjelasannya
Selain itu, menurut Aldo, manajemen karier yang kurang terstruktur, lemahnya fondasi personal branding, dan ketergantungan berlebihan pada momentum awal tanpa strategi jangka panjang sering kali menjadi penyebab utama menurunnya eksistensi.
"Tak jarang pula, aspek profesionalisme seperti konsistensi karya, etika kerja, serta relasi dengan media dan pelaku industri lain diabaikan, padahal hal-hal tersebut sangat menentukan keberlangsungan karier seorang artis di industri yang sangat kompetitif ini," jelas Aldo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara