KANAL

REGIONAL

Kamis, 11 SEPTEMBER 2025 • 12:56 WIB

Generasi Z: Kuat Berinovasi, Lemah Berkomunikasi?

Generasi Z: Kuat Berinovasi, Lemah Berkomunikasi?Ilustrasi gen z yang disebut sulit berkomunikasi. (Freepik)

INDOZONE.ID - Tidak bisa dipungkiri Generasi Z mulai banyak menjejak dunia usaha. Diawali dengan hadirnya toko online, merambah bisnis kuliner, hingga startup digital, mereka tampil dengan energi baru dan segar. Mereka bisa terbilang cakap digital. 

Lihat saja dalam bisnisnya, konten media sosial rapi, strategi pemasaran daring presisi pun tidak gagal ikuti tren, dan penjualan di marketplace mengalir deras. Tidak mengherankan bila banyak orang menyebut generasi ini punya keunggulan kompetitif di era teknologi. 

Namun, keberhasilan di layar ponsel tidak selalu menjamin ketangguhan di ruang tatap muka. Gen Z jago untuk urusan komunikasi dengan menggunakan media, namun kagok Ketika harus dihadapkan dengan komunikasi tatap muka. 

Di sinilah persoalan muncul: generasi Z hebat di dunia online, tapi kerap gagap jika harus berhadapan langsung dengan manusia nyata.

Baca juga: Protes Gen Z Nepal: Influencer Klaim Ada Pemerkosaan hingga Penembakan Siswa

Data yang Menggugah

Sebuah survei Deloitte tahun 2025 menunjukkan bahwa 86% Gen Z menilai soft skill, seperti komunikasi dan kecerdasan sosial lebih dibutuhkan daripada hard skill teknis untuk menopang karier dan bisnis mereka. Namun, di sisi lain, survei resumebuilder.com yang dikutip Res Publica (2024) menyebutkan 74% manajer merasa sulit bekerja sama dengan Gen Z, terutama karena kelemahan dalam komunikasi interpersonal. 

Ziya Ibrizah, Penulis Buku dan Dosen Ilmu Komunikasi yang memiliki kepakaran dalam bidang ilmu komunikasi digital, komunikasi interpersonal menyimpulkan bahwa Gen Z memiliki tantangan dalam komunikasi interpersonal karena kurangnya interaksi tatap muka, serta menunjukkan preferensi untuk komunikasi singkat dan jelas secara virtual. 

Kontradiksi ini jelas: Gen Z sadar pentingnya komunikasi interpersonal, tapi sebatas pada preferensinya saja. Tentu saja, ini menjadi pengingat bahwa Gen Z pernah mengalami situasi perubahan pola komunikasi yang luar biasa sejak adanya pandemi.

Teknologi Membantu, tapi Tidak Menyelamatkan

Berbicara tentang bisnis pada akhirnya kita berdiskusi soal manusia. Sehebat apa pun aplikasi, perkembangan teknologi sampai dengan algoritma media sosial, ujungnya tetap berhubungan dengan pelanggan, mitra, maupun investor. 

Kemungkinan besar berhadap dengan mereka tidak bisa hanya mengandalkan komunikasi melalui media saja, perlu berhadapan langsung. Tujuannya jelas, bisnis jadi lebih kredible untuk membangun kepercayaan. Berkaca dari hal ini, komunikasi interpersonal bukan hanya kemampuan berbicara. 

Baca juga: Begini Cara supaya Gen Z Lebih Peka Politik ala Alissa Wahid: Bicara dengan Bahasa Mereka

Seharusnya mencakup keterampilan mendengarkan, memahami emosi lawan bicara, membaca bahasa tubuh, dan menumbuhkan kepercayaan. Sayangnya, pola tumbuh Gen Z sering kali terjebak dalam komunikasi serba instan dan semuanya dapat diatur hanya dengan menggunakan keterampilan jari dan kreativitas berkonten. 

Contoh nyatanya adalah emoji dapat menggantikan ekspresi wajah pada pesan teks. Pesan singkat menggantikan obrolan panjang. Akibatnya, tatap muka terasa kaku, bahkan menegangkan. Dan ini yang paling tidak menyelamatkan, jika sudah tegang, kemampuan berkomunikasi pun akan menurun. Padahal banyak ide atau hal kreatif yang pasti muncul dari pemikiran Gen Z.

Tidak Semuanya, Tapi Ada

Perbincangan saya dengan pengusaha kuliner berusia 23 tahun membawa kisah yang pas untuk dijadikan contoh. Kalau Bahasa Gen Z, dia sangat passionate, bekerja dengan sepnuh hati dalam membangun bisnis kulinernya. Benar saja lewat Instagram, ia sukses besar: kontennya viral, pesanan membludak, dan keuntungan sudah ada di depan mata. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan Penulis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Generasi Z: Kuat Berinovasi, Lemah Berkomunikasi?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!