Cristiano Ronaldo. (REUTERS/Phil Noble)
INDOZONE.ID - Houston, Texas, Amerika Serikat, stadion megah itu bergemuruh. Cristiano Ronaldo, pemain berusia 41 tahun asal Portugal, baru saja mencetak gol. Ini bukan gol biasa, melainkal adalah gol yang sangat bersejarah.
Bola hasil umpan Joao Cancelo itu disambar Ronaldo dari jarak dekat. Sorak-sorai menggema. Dan di situlah sejarah terukir, Ronaldo menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mampu mencetak gol di enam edisi turnamen berbeda, dari 2006 hingga 2026 .
Dua gol ia sarangkan ke gawang Uzbekistan pada laga kedua fase grup, Selasa (23/6/2026). Portugal menang telak 5-0 dan dalam sekejap, kritik yang menghujamnya setelah laga pertama mereda, setidaknya untuk sementara.
Satu pekan sebelumnya, ceritanya sangat berbeda. Portugal hanya bermain imbang 1-1 melawan Republik Kongo. Ronaldo tampil tanpa satu pun tembakan yang tepat sasaran . Kemudian kritik langsung tertuju ke dia yang diperparah dengan Lionel Messi mencetak hat-trick untuk Argentina.
Baca juga: Lionel Messi Belum Bisa! Cristiano Ronaldo Pemain Pertama Cetak Gol di 6 Piala Dunia
Tapi Ronaldo bukanlah sosok yang mudah menyerah. Dua gol ke gawang Uzbekistan membungkam para kritikus. Rekor demi rekor ia ukir:
"Ronaldo, kamu berasal dari planet mana?" demikian komentar seorang pengamat usai pertandingan . Pertanyaan itu menggambarkan kekaguman banyak orang. Di usia ketika mayoritas pemain profesional sudah pensiun, Ronaldo masih tampil di panggung terbesar dunia dan mencetak gol.
Namun dibalik rekor dan gemilangnya prestasi, ada cerita lain yang tak kalah berat. Beban dan ekspektasi yang dipikul Ronaldo seolah tak pernah berkurang, bahkan di usianya yang ke-41.
Orang-orang masih menuntut Ronaldo tampil gemilang di setiap pertandingan. Ketika ia gagal mencetak gol, cemoohan menghujaninya. Ketika ia bermain buruk, perbandingan dengan Messi kembali diutarakan.
Data dari FIFA menunjukkan betapa rumitnya situasi ini. Pada laga melawan Kongo, Ronaldo melakukan 47 kali pergerakan tanpa bola, hanya kalah dari Kylian Mbappe (50) dan lebih banyak dari Erling Haaland dan Harry Kane jika digabungkan.
Namun rekan-rekannya hanya mengirimkan umpan kepadanya sebanyak 10 kali. Artinya, hanya 21,3% pergerakannya yang direspons dengan bola .
Messi di laga yang sama, melakukan 32 pergerakan dan menerima bola 16 kali, rasio sukses 50%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Ronaldo mungkin bukan masalah utama, tapi ia sering diabaikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FIFA, Yahoo Sports, Instagram