Timnas Indonesia Hanya Berjarak 2 Laga Lagi dari Piala Dunia 2026: Terbanglah Skuad Garuda!
INDOZONE.ID - Timnas Indonesia akan memulai perjuangan di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Tergabung di Grup B, Timnas Indonesia akan melawan tuan rumah Arab Saudi dan Irak.
Karena hanya juara grup yang lolos langsung ke Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia tak punya pilihan selain menyapu bersih pertandingan kontra Arab dan Irak dengan kemenangan.
Tak ayal, Timnas Indonesia disebut hanya berjarak dua laga atau 180 menit dari lolos ke Piala Dunia 2026.
Mudah? Tentu, tidak. Timnas Indonesia harus berjuang mati-matian untuk menang atas Arab dan Irak yang di atas kertas lebih baik dari Skuad Garuda.
Timnas Indonesia Harus Fokus ke Pertandingan, bukan Wasit atau Provokasi Lawan
Lawan pertama Timnas Indonesia adalah Arab. Pertandingan tersebut akan dipimpin wasit asal Kuwait, Ahmad Al Ali.
Pemilihan wasit yang berasal satu regional dengan Arab, sempat diprotes oleh PSSI ke AFC. Sayangnya, AFC menolak protes tersebut sehingga wasit Ahmad Al Ali akan tetap memimpin pertandingan dini hari nanti.
Keputusan AFC tentunya mengecewakan suporter Timnas Indonesia. Apalagi, Timnas Indonesia punya pengalaman buruk di masa lalu terkait kondisi serupa.
Pada Putaran Ketiga, Timnas Indonesia pernah dirugikan wasit asal Oman, Ahmed Al Kaf, yang memimpin pertandingan kontra Bahrain.
Saat unggul 2-1 atas Bahrain, wasit Ahmed Al Kaf tak kunjung menyudahi permainan meski tambahan waktu enam menit sudah habis.
Ujungnya, gawang Timnas Indonesia bobol pada menit 90+9 sehingga pertandingan berakhir imbang 2-2.
Berkaca dari pengalaman itu, wajar jika suporter Timnas Indonesia was-was. Meski begitu, nasi sudah menjadi bubur karena wasit Ahmad akan tetap memimpin pertandingan Timnas Indonesia.
Pengamat sepak bola Abdul Haris atau yang akrab disapa Bung Ais, menilai Timnas Indonesia hanya bisa berharap wasit adil memimpin pertandingan dini hari nanti.
“Kita hanya bisa berharap kepemimpinan wasit adil dini hari nanti,” ucap Bung Ais eksklusif kepada INDOZONE, Rabu (8/10/2025).
Ia juga menekankan, Timnas Indonesia lebih baik fokus pada permainan sehingga tidak terprovokasi oleh para pemain lawan, baik Arab maupun Irak.
Seperti diketahui, permainan tim-tim Timur Tengah kerap membuat emosi mendidih, seperti berpura-pura cedera dengan berguling-guling kesakitan, mengulur waktu, dan permainan keras.
“Kemudian juga yang paling penting, tim-tim dari Timur Tengah ini kan provokatif ya. Mereka kerap memancing emosi. Jadi, ini yang harus diantisipasi,” jelasnya.
Bung Ais menilai, para pemain Timnas Indonesia tak boleh mendapatkan kartu kuning, apalagi merah, karena terpancing provokasi Arab atau Irak. Sebab, itu akan merugikan Timnas Indonesia dalam pertandingan.
“Ini (terpancing emosi) jangan sampai terjadi pas lawan Arab dan Irak. Karena bukan tidak mungkin, karena provokasi itu, kita terpancing, akhirnya keluar kartu kuning atau merah yang merugikan,” beber Bung Ais.
Diketahui, Timnas Indonesia akan melawan Arab di King Abdullah Sports City Stadium, pada Kamis 9 Oktober 2025, pukul 00.15 WIB.
Selang tiga hari, Timnas Indonesia akan menghadapi Irak di tempat yang sama, pada Minggu 12 Oktober 2025, pukul 02.30 WIB.
PR Timnas Indonesia Masih soal Bikin Gol
Sementara itu, jelang dua pertandingan penting kontra Arab dan Irak, Timnas Indonesia masih punya pekerjaan rumah (PR) besar, yaitu bikin gol ke gawang lawan!
Baca juga: Demi Timnas Indonesia, Ole Romeny Rela Puasa Gula untuk Tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sejak era Shin Tae-yong (STY) hingga Kluivert, urusan membobol gawang lawan masih jadi momok untuk Timnas Indonesia. Itu pun diakui oleh Bung Ais.
“PR-nya Patrick Kluivert, bikin gol,” kata Bung Ais.
Solusi dari masalah ini saat Ole Romeny telah memperkuat Timnas Indonesia pada pertengahan Putaran Ketiga.
Sayangnya, Ole cedera saat membela Oxford United di Piala Presiden 2025 pada Juni lalu. Tak ayal, ia harus absen panjang sebelum akhirnya masuk skuad Timnas Indonesia untuk Putaran Keempat.
Sayangnya, sejak cedera hingga sekarang, Ole belum bermain untuk klubnya. Alhasil, Ole diragukan untuk bermain penuh saat melawan Arab.
Menurut Bung Ais, dengan skuad sekarang, ada beberapa nama yang bisa dimainkan Kluivert di lini depan sebagai pengganti Ole, yaitu Mauro Zijlstra, Ramadhan Sananta, dan Ragnar Oratmangoen.
Meski begitu, kapasitas Zijlstra dan Sananta masih harus dibuktikan lagi menilik performa terakhir mereka di FIFA Matchday September 2025, saat melawan Taiwan dan Lebanon.
Baca juga: Respons PSSI soal AFC Tolak Protes terkait Wasit Asal Kuwait yang Pimpin Laga Timnas Indonesia
Sananta mencetak gol saat Timnas Indonesia menang 6-0 atas Taiwan yang diatas kertas lebih lemah. Lalu, Sananta dan Zijlstra gagal menorehkan namanya di papan skor saat Timnas Indonesia imbang 0-0 dengan Lebanon.
“Jadi, saya lihat kemungkinannya salah satu dari dua nama itu, antara Ramadhan Sananta dan Mauro Zijlstra. Atau bisa jadi, kalau seandainya Ragnar Oratmangoen fit, bukan tidak mungkin Oratmangoen yang dimainkan sebagai nomor 9. Nah, cuma masalahnya Oratmangoen belum dalam top performa setelah sempat kena virus, kan,” ungkap Bung Ais.
Bagaimanapun, dengan para pemain yang ada, Timnas Indonesia harus tampil maksimal saat lawan Arab dan Irak.
Hanya berjarak 180 menit dari Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia tak punya pilihan selain menang!
Ayo, terbanglah Skuad Garuda!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara