Mengintip Masa Depan Timnas Indonesia Bersama John Herdman, Mampukah Skuad Garuda Terbang Tinggi?
INDOZONE.ID - Induk sepakbola Indonesia, yakni PSSI, memang telah menunjuk John Herdman sebagai juru taktik anyar mereka. Pria asal Inggris itu ditunjuk usai PSSI memecat Patrick Kluivert yang gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Keputusan PSSI menunjuk Herdman sebagai pelatih baru cukup masuk akal. Terlebih apabila melihat rekam jejak Herdman sebagai pelatih.
Ya, Herdman memang memiliki sederet prestasi gemilang bersama Timnas Kanada Senior, Timnas Kanada U-23, Timnas Kanada Wanita, hingga Toronto FC. Prestasi paling menjanjikan adalah membawa Timnas Kanada Senior lolos Piala Dunia 2022 usai absen selama 36 tahun.
Herdman sendiri mengaku sangat antusias untuk menjalani peran barunya sebagai juru taktik Timnas Indonesia. Ia pun berjanji untuk bisa membangun sepakbola Indonesia serta berkerja sama dengan PSSI.
Baca juga: Resmi! PSSI Gandeng Kelme sebagai Official Apparel Timnas Indonesia, Kontrak hingga 2030
"Indonesia memiliki semangat, visi untuk membawa negara ini ketempat yang belum pernah dicapai sebelumnya. Itu jelas dari semua yang saya baca atau mendengar dari orang-orang sini bahwa negara ini sudah siap, tidak ada alasan lagi," ujar Herdman dalam acara pengenalan dirinya sebagai pelatih Timnas Indonesia.
"Kami punya pemain, kita punya kemampuan, kita punya liga yang sangat profesional, sekaranglah waktunya untuk terbiasa mengikuti kualifikasi. Saya pernah bekerja di CONCACAF, saya punya pengalaman di sana."
"Akan tetapi jujur saya percaya dengan populasi 280 juta, sebanyak 80-90 persen sangat menyukai sepak bola, mereka mencintai sepak bola ini adalah tempat yang tepat dan saya ingin berada di sini ketika negara ini mengambil langkah itu," lanjutnya.
Sosok yang Tepat untuk Timnas Indonesia?
Keputusan PSSI menunjuk Herdman jadi pelatih Timnas Indonesia pun mendapatkan respons positif dari beberapa pihak, salah satunya pengamat sepakbola ternama Tanah Air, yakni Mohamad Kusnaeni atau kerap disapa Bung Kus.
"Pemilihan Herdman adalah keputusan yang tepat. Untuk mengejar mimpi lolos ke Piala Dunia 2030 kita memang butuh lebih dari sekadar pelatih Timnas Indonesia. Herdman memenuhi kriteria itu. Dia pelatih yang bagus dengan kinerja yang telah teruji bersama Timnas Kanada putra maupun putri," ucap Bung Kus, saat dihubungi INDOZONE.
"Lebih dari sekadar berprestasi, Herdman juga seorang konseptor yang ulung. Itu tercermin dari cara dia membangun sepak bola Kanada dengan berbagai proyek yang mampu mengangkat negara itu masuk jajaran elite di Amerika Utara, bahkan dunia," lanjutnya.
Pernyataan serupa juga diungkapkan oleh pengamat sepakbola muda, Rizal Pahlevi. Ia menilai bahwa Herdman memiliki kapasitas yang mumpuni untuk dapat membuktikan diri bahwa keputusan PSSI menunjukknya adalah langkah tepat.
Baca juga: Potret 5 WAGs Tercantik Timnas Indonesia yang Bikin Kaum Adam Terpesona
"Menurut saya, John Herdman memiliki kapasitas yang cukup untuk membuktikan diri bahwa Ia adalah sosok yang tepat apabila kita ingin tampil di Piala Dunia 4 tahun yang akan datang," ungkap Rizal, pada saat dihubungi INDOZONE.
"Alasannya berdasarkan rekam jejak, dia terbukti memili kemampuan memotivasi pemain dengan sangat baik dan penerapan taktik yang flexibel juga sangat membantu. Secara timeline pun saya rasa persiapan menuju Piala Dunia 2030 sangat ideal bagi dia untuk meracik tim ini," sambungnya.
Sementara bagi Wikanyo Arung Budoyo selaku pendukung Timnas Indonesia, ia mengaku cukup optimis dengan kiprah Herdman bersama skuad Garuda. Ia dengan tegas meminta agar PSSI tak terlalu banyak intervensi kepada Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia.
"Kalau ditanya optimistis atau tidak, jawaban yang pas itu cautioustly optimistic alias optimis tapi berhati-hati juga. Yang pasti dia harus diberi waktu dan kebebasan menjadi pelatih Timnas Indonesia," jelas Arung.
Mampukah John Herdman Beradaptasi?
Meski memiliki segudang pengalaman sebagai pelatih, melatih di kawasan Asia merupakan hal yang benar-benar baru bagi Herdman. Kini muncul pertanyaan di benak para fans Timnas Indonesia, mampukah Herdman beradaptasi?
Menjawab pertanyaan ini Rizal memiliki pandangan tersendiri. Ya, menurut pandangan Rizal, Herdman diyakini mampu menjawab keraguan tersebut.
Terlebih, Rizal menilai bahwa Herdman bakal benar-benar memanfaatkan sejumlah agenda Timnas Indonesia yang akan datang guna memonitor seperti apa persaingan baik di AFF maupun AFC.
"Adaptasi dengan kekuatan sepak bola Asia tentu tidak akan mudah dan butuh waktu ya, selain Kluivert juga ada Gerald Vanenburg yang dengan segala pengalamannya pun juga mengalami kesulitan ketika harus tampil di kancah AFF dan AFC kelompok umur," jelas Rizal.
"Akan tetapi, John Herdman menurut saya memiliki kesempatan lebih baik untuk memahami sepak bola Asia karena akan dihadapi dengan ajang AFF di tengah tahun ini dan secara timeline sekali lagi saya singgung itu akan sangat ideal bagi dia."
"Bahkan saya menjagokan Indonesia akan bersaing dengan Vietnam untuk meraih gelar. FIFA series disusul dengan AFF akan menjadi ajang adaptasi yang sangat baik untuk skuad Garuda dan John Herdman," sambungnya.
John Herdman Punya Kemiripan dengan Shin Tae-yong
Dengan menjadi pelatih Timnas Indonesia, maka Herdman mau gak mau harus siap mengalami apa yang dialami oleh Patrick Kluiver, yaitu dibanding-bandingkan dengan Shin Tae-yong. Terlebih harus diakui bahwa Shin Tae-yong masih memiliki memori indah di benak mayoritas pendukung Timnas Indonsia.
Menurut Bung Kus, ia melihat beberapa kemiripan antara Herdman dengan Shin Tae-yong. Di mana Herdman dan Shin Tae-yong sama-sama memiliki filosofi sepakbola yang mengedepankan pressing, aliran bola yang cepat, serta transisi cepat.
"Filosofi sepak bola Herdman juga jelas. Ia menyukai sepak bola dengan pressing, aliran bola cepat, dan transisi cepat. Agak mirip dengan filosofi sepak bola STY dulu," kata Bung Kus.
"Konsepnya dalam menangani timnas bertumpu pada pengembangan potensi pemain lokal digabung dengan rekrutmen pemain berkualitas dari berbagai sumber. Itu cocok dengan situasi Indonesia saat ini," katanya lagi.
Pandangan serupa juga diutarakan oleh Rizal, yang mana Herdman memiliki gaya kepelatihan mirip dengan Shin Tae-yong dengan sering memainkan formasi 3 bek. Hal itu kian membuat Rizal penasaran dengan identitas permainan Timnas Indonesia bersama Herdman.
"Di era seperti ini, menurut saya yang terpenting adalah identitas permainan dan disusul dengan taktik ya dan untungnya bagi Indonesia, skuad kita memiliki kapasitas untuk bermain di formasi yang berbeda baik 4 bek maupun 3 bek," ungkap Rizal.
"Apabila kita melihat rekam jejak Herdman, dia juga kerap memainkan antara 4 bek atau 3 bek tergantung kualitas lawan yang dihadapi. Jadi, menurut saya ini akan sangat menarik dinantikan dan identitas permainan akan menjadi hal krusial untuk kita saksikan di 2 tournament nanti," lanjutnya.
Tak Ada Kesuksesan yang Instan, Publik Harus Percaya Proses
Sama seperti pelatih-pelatih lainnya, John Herdman bukanlah pesulap yang dapat menghadirkan prestasi gemilang untuk Timnas Indonesia dalam waktu singkat. Maka dari itu, publik pun diminta untuk percaya proses oleh Bung Kus usai menunjuk Herdman sebagai juru taktik skuad Garuda.
"Sekarang yang terpenting adalah kesabaran publik melihat Herdman beradaptasi, bekerja, dan berproses membenahi Timnas Indonesia. Di sisi lain, PSSI harus konsisten dalam memberikan dukungan dan menilai kinerja sang pelatih," terang Bung Kus.
"Tidak ada yang instan dalam sepak bola. Semua butuh proses. Kita harus sabar melihat timnas berproses di tangan Herdman," lanjutnya.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga meminta seluruh elemen sepak bola Tanah Air mendukung pelatih asal Inggris itu. Setiap elemen yang dimaksud Erick Thohir, adalah para pemain, pengurus, dan pencinta sepak bola nasional alias fans.
"Saya mengharapkan dukungan maksimal dari para pemain, pengurus, dan juga pecinta sepak bola nasional yang mau menghargai proses pembentukan Timnas agar makin kompetitif,” ujar Erick dalam pengenalan John Herdman di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.
“Ini adalah momen di mana PSSI dan sepak bola Indonesia masuk ke era baru, ditangani pelatih seperti John Herdman,” tambahnya.
Arung selaku salah satu pendukung setia Timnas Indonesia juga mengutarakan hal serupa. Ia meminta agar Herdman diberikan kesempatan menunjukkan kemampuannya selama durasi kontrak yang diberikan oleh PSSI.
"Tidak ada yang instan dalam sepak bola. Semua butuh proses. Kita harus sabar melihat timnas berproses di tangan Herdman," terang Arung.
Timnas Indonesia memang bukanlah Brasil, Argentina, Spanyol, Jerman, Prancis atau bahkan Jepang yang sudah memiliki sederet prestasi gemilang sepanjang sejarah sepakbola.
Pendukung Timnas Indonesia juga sadar diri akan itu, kini harapan mereka bukanlah Timnas Indonesia menjelma jadi tim-tim tersebut. Mereka hanya ingin melihat skuad Garuda terbang setinggi-tingginya, dan mampukah John Herdman mewujudkannya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara, Liputan