Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 09:39 WIB

Sepak Terjang Menkeu Purbaya 'Sang Menteri Gen Z' di Sebulan Menjabat

Author

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (ANTARA)

INDOZONE.ID - Baru sebulan lebih menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia, sosok Purbaya Yudhi Sadewa menyita perhatian publik. Entah dari pernyataan atau gestur saat berbicara di depan publik, ataupun kebijakan yang diambil telah menjadi bahan perbincangan di kalangan masyarakat 

Hal itu menjadikan popularitas Purbaya melesat tajam di mata publik. Purbaya dikenal dengan gaya komunikasinya yang santai dan nyentrik, membuat banyak orang menyebutnya dengan "Menteri Gen Z".

Pengamat ekonomi Myrdal Gunarto, seorang Staf Riset Ekonomi Makro, Industri, dan Global Markets Bank Maybank Indonesia, menilai bahwa kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia saat ini merupakan langkah yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang agresif.

"Kalau menurut saya sih, ya. Beliau ini merupakan jawaban dari apa langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang agresif," ujar Myrdal Gunarto saat dihubungi INDOZONE.

Baca juga: Keputusan Menkeu Purbaya Tidak Naikkan Cukai Disambut Baik Petani Tembakau di Temanggung

Menurutnya, kondisi ekonomi global yang kurang kondusif dan keterbatasan ruang fiskal domestik membuat pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Dalam konteks ini, kebijakan yang diambil olehnya dapat menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi oleh perekonomian Indonesia. 

"Karena di tengah kondisi yang seakan-akan sudah buntu ya ekonomi kita dengan kondisi global yang kurang kondusif, lalu juga dari domestik ruang untuk mendorong ekonomi juga terbatas, ruang fiskalnya ya terbatas ya," jelasnya.

Selain itu, ia melihat kebijakan yang diambil oleh pemerintah merupakan jawaban yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Baca juga: Purbaya Tolak Usulan Luhut Gunakan APBN untuk Family Office di Bali

Ia menilai kebijakan-kebijakan tersebut inovatif, tepat sasaran, dan relatif aman karena tidak bertentangan dengan aturan yang ada. Dengan demikian, kebijakan-kebijakan tersebut dapat menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Nah, beliau hadir dan memberikan jawaban bagaimana cara untuk mendorong ekonomi yang lebih agresif. Saya rasa kebijakan-kebijakannya juga inovatif ya. Selain inovatif juga tepat sasaran dan kebijakannya juga relatif aman, tidak tabrak sana, tabrak sini, sesuai aturan juga," ujar Myrdal.

Mengintip Deretan Kebijakan Menkeu Purbaya

Lantas, apa saja gebrakan baru Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa? Simak selengkapnya berikut ini.

1. Suntik Dana Bank Himbara Sebesar Rp200 Triliun

Pemerintah berencana menyuntikkan dana sebesar Rp200 triliun ke bank-bank pemerintah untuk meningkatkan likuiditas dan mendorong penyaluran kredit serta mendukung pertumbuhan ekonomi.

2. Tidak Naikkan Cukai Rokok pada 2026

Menteri Keuangan memutuskan untuk tidak menaikkan cukai rokok pada tahun 2026 demi menjaga stabilitas harga dan mengurangi beban masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

3. Bawa Ahli Bereskan Coretax

Pemerintah berencana untuk membawa ahli untuk memperbaiki sistem pajak digital Coretax yang saat ini sedang dalam proses implementasi.

4. Pantau Ketat Pencairan Anggaran Kementerian/Lembaga

Pemerintah akan memantau ketat pencairan anggaran kementerian dan lembaga untuk memastikan penggunaan dana yang efektif dan efisien.

Baca juga: Momen Menkeu Purbaya Ratukan Istri saat Turun dari Mobil Curi Perhatian Publik

5. Kejar 200 Penunggak Pajak

Pemerintah menargetkan untuk menagih pajak dari 200 penunggak pajak besar yang berpotensi meningkatkan penerimaan negara.

6. Kemenkeu akan Mendeteksi Badan Usaha yang Memecah Entitasnya menjadi UMKM

Pemerintah juga berencana untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai kebijakan dan insentif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

7. Menolak Bayar Utang Whoosh Pakai APBN

Menteri Keuangan menolak untuk menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang proyek kereta cepat Whoosh, dan mencari solusi alternatif untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.

Apresiasi pakar ekonomi kebijakan pemerintah 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Myrdal juga mengapresiasi kebijakan pemerintah, terutama terkait injeksi likuiditas sebesar Rp200 triliun ke Bank Himbara. Menurutnya, kebijakan ini sangat bagus dan inovatif, terutama dalam kondisi likuiditas yang ketat dan suku bunga yang sulit turun.

"Berbagai kebijakannya saya rasa sejauh ini sih baik ya. Seperti pertama, terkait dengan injeksi likuiditas ke Bank Himbara sebesar Rp200 triliun, itu kebijakannya sangat bagus sekali ya, inovatif ya," lanjutnya

Kebijakan ini dinilai dapat mendorong likuiditas di Bank Himbara dan berdampak positif pada bank lainnya. 

"Di saat iklim suku bunga kelihatannya sulit turun akibat kondisi likuiditas yang ketat, ternyata beliau bisa menghadirkan kebijakan yang bisa mendorong likuiditas untuk Bank Besar ya, khususnya Bank Himbara yang dampaknya juga ternyata berdampak terhadap Bank yang lainnya," kata Myrdal meluruskan.

Langkah Strategis untuk Meningkatkan Ekonomi Indonesia Menuju Pemulihan dengan Kebijakan Tepat

Myrdal Gunarto juga menyambut baik tren penurunan suku bunga yang mulai terlihat. Ia juga menilai kebijakan pemerintah di sisi fiskal, seperti peningkatan performa Coretax, pemberantasan rokok ilegal, dan optimalisasi cukai, sebagai langkah yang sangat bagus.

"Lalu juga kalau kita lihat dari sisi suku bunga juga, secara umum juga trennya pelan tapi pasti ya sekarang sudah kelihatan menurun ya. Selain itu juga kebijakan terkait dengan efektivitas di sisi fiskal, terutama melalui peningkatan performa dari Cortex ya, serta pemberantasan rokok ilegal, ataupun juga optimalisasi cukai," ujar Myrdal.

Dengan kebijakan-kebijakan ini, Myrdal berharap ekonomi Indonesia dapat tetap kondusif dan terhindar dari penurunan yang signifikan.

"Saya rasa kebijakan yang sangat bagus sekali ya, dan kebijakan terkait dengan percepatan realisasi belanja yang tepat sasaran, itu saya rasa kebijakannya setidaknya bisa untuk membawa ekonomi Indonesia agar tidak anjlok. Ya kita harapkan pertumbuhan ekonomi kita tetap kondusif," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Analisis Redaksi, Wawancara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU