Jumat, 19 JUNI 2026 • 19:23 WIB

Dari Negeri Tropis ke Arena Salju Dunia, Zazi Betari Kejar Mimpi Tampil di Olimpiade Musim Dingin

Author

Zazi Betari Landman melakukan trik snowboarding. (Instagram/@zazi.betari)

INDOZONE.ID - Mimpi sebesar-besarnya merupakan hak setiap orang, yang tidak bisa dilarang atau bahkan dihancurkan oleh orang lain. Itulah yang ada dalam benak dan pikiran Zazi Betari Landman. Ia adalah atlet snowboarding pertama Indonesia yang terdaftar di Internasional Ski and Snowboarding Federation (FIS).

Zazi Betari baru berumur 14 tahun, tapi punya mimpi amat besar untuk anak seumurannya, yaitu mewakili Indonesia dalam cabang olahraga (cabor) snowboarding di Olimpiade Musim Dingin 2030. 

Zazi Betari Landman latihan snowboarding. (Instagram/@zazi.betari)

Mimpi besar itu hadir dari Zazi Betari yang lahir di negeri tropis Indonesia, tepatnya di Kota Jakarta, 9 Mei 2012. Menyerah karena terkesan mimpi itu terlalu sulit dan besar untuk seseorang yang tinggal di negara tropis? Itu tidak ada dalam kamus Zazi Betari.

Mimpi besar ini tidak hanya ada dalam pikiran, tapi terpatri juga di hati Zazi Betari. Bak api yang membara dalam hati, mimpi itu mendorong Zazi Betari untuk terus berlatih.

Baca juga: Tak Ada Batas untuk Bermimpi, Ravianto dan Raviandi Ramadhan Bidik Asian Games 2026 dan Olimpiade LA 2028

“Saya ingin jadi atlet snowboard profesional,” ungkap Zazi Betari kepada Indozone.

“Salah satu mimpi terbesar saya adalah tampil di Olimpiade Musim Dingin dan mewakili Indonesia,” tegasnya.

Snowboarding: Dari Mata, Turun ke Hati

Zazi Betari jatuh cinta pada dari sebuah momen sederhana, yaitu kala pergi ke pegunungan bersalju bersama keluarga dan teman-temannya.

Zazi yang baru berumur 4 tahun kala itu, melihat banyak orang bermain snowboard dengan lihainya. Pandangan pertama itu memicu ketertarikan Zazi.

Ia pun langsung meminta kepada orang tuanya untuk mengikuti kelas snowboarding. Dari pijakan pertama di atas papan seluncur, ia langsung merasa jatuh cinta pada olahraga ini.

“Saya merasa inilah olahraga yang cocok untuk saya,” kata Zazi Betari.

Beberapa pekan setelah belajar snowboard dan bermain di lereng salju, Zazi Betari juga tertarik pada freestyle snowboarding. Bersama pelatih, ia mulai mencoba beberapa trik dan lompatan. 

“Lucunya, saat itu saya masih sangat kecil, mungkin sekitar tujuh tahun, sementara hampir semua orang lain berusia sekitar 20-an tahun. Saya merasa sangat berbeda, tetapi juga sangat menikmati pengalaman tersebut,” bebernya.

Seiring waktu yang dihabiskan untuk menekuni olahraga ini, Zazi makin jatuh cinta hingga membela Indonesia di Olimpiade Musim Dingin.

Zazi Betari Landman latihan snowboarding. (Instagram/@zazi.betari)

Mimpi Besar Tak Pernah Dihadapkan pada Jalan Mudah

Namun, kerja keras untuk mewujudkan mimpi besar selalu dihadapkan pada jalan yang tidak mudah. Zazi Betari pun menghadapinya.

Di usia yang masih amat muda, ia harus berpindah-pindah negara untuk berlatih sehingga kemampuannya makin berkembang.

Kamu harus tahu, Zazi Betari pindah ke Swiss yang dikenal sebagai salah satu negara pusat snowboarding di dunia. Selain Swiss, Zazi juga berlatih di Jepang dan Selandia Baru.

Karena aktivitasnya yang tinggi, ia pun harus bersekolah secara daring sehingga jauh dari teman-teman. Kerinduan kepada teman juga jadi tantangan berarti bagi Zazi yang baru berumur 14 tahun.

Namun, tantangan terbesar bagi Zazi Betari sejauh ini, adalah cedera. Itu adala risiko dari proses belajar Zazi Betari untuk mendalami olahraga ini.

“Saya pernah mencoba lompatan sekitar 15 meter dan mengalami cedera cukup serius. Saya harus menggunakan kruk selama sekitar tiga bulan. Musim ini saya juga kembali mengalami cedera sehingga harus beristirahat dari latihan untuk sementara waktu,” ujar Zazi.

Kapok karena cedera? Jangan tanyakan itu ke Zazi Betari yang sudah memantapkan hati untuk tampil di Olimpiade Musim Dingin. Zazi Betari menganggap setiap cedera sepadan dengan perkembangan kemampuannya.

Baca juga: Eks Pelatih RC Lens Ungkap Hampir Jual Abdukodir Khusanov Setelah Olimpiade

Tak Sendiri, Pemerintah pun Dukung Perjuangan Zazi Betari

Sementara itu, Zazi Betari tidak sendirian berjuang untuk mewujudkan mimpinya. Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga, juga mendukung impian Zazi Betari.

Zazi Betari bahkan telah bertemu dengan Menpora Erick Thohir di Kantor Kemenpora pada Jumat 3 Oktober 2025. Selain Menpora Erick, Zazi Betari juga bersua dengan Wamenpora Taufik Hidayat.

Dalam pertemuan itu, Menpora Erick menegaskan dukungannya terhadap Zazi Betari. Ia menjelaskan, bahwa pemerintah selalu mendukung atlet-atlet muda seperti gadis keturunan Belanda-Indonesia itu.

“Saya sangat mendukung Zazi untuk terus berlatih dan mengikuti kejuaraan internasional. Tentu pemerintah akan sangat mendukung atlet-atlet muda Indonesia yang berprestasi di tingkat dunia. Apalagi, Zazi sangat memiliki potensi berprestasi di ajang Olimpiade musim dingin,” beber Menpora Erick kala itu.

Selain berkunjung ke Kemenpora, Zazi juga bertemu dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Ia mengaku dapat sambutan dan dukungan untuk bisa mewakili Indonesia.

“Tahun lalu, kami bertemu dengan Komite Olimpiade Indonesia dan tim mereka. Mereka menyambut saya dengan sangat baik dan memberikan dukungan sehingga saya bisa bertanding sebagai atlet yang mewakili Indonesia,” ujar Zazi Betari ke Indozone.

Zazi Betari Landman berpose di Lapangan Banteng. (Instagram/@zazi.betari)

Jangan Takut Bermimpi

Zazi Betari punya mimpi besar dengan segala rintangan di hadapannya. Ia menyadari itu, tapi Zazi Betari tidak takut melangkah ke depan demi mewujudkan mimpi besar tersebut.

Rintangan hingga komentar negatif orang lain, bukan sesuatu yang akan menghentikan Zazi Betari dari duniai snowboarding.

“Lakukan apa yang benar-benar ingin kalian lakukan. Jangan biarkan pendapat orang lain menghentikan langkah kalian,” jelasnya.

Baca juga: Dari Kuningan ke Dunia, Dua Pelajar Sabet Medali Olimpiade Matematika 2026

Tak lupa, ia berpesan bagi setiap anak muda yang sedang mengejar mimpi atau ingin mengikuti jejaknya dengan menggeluti snowboarding, supaya percaya pada diri sendiri.

“Terkadang kita merasa takut untuk mencoba sesuatu yang baru, tetapi keberanian sangat penting. Tetaplah berhati-hati, jangan memaksakan diri secara berlebihan, tetapi teruslah berkembang dan belajar,” sarannya.

“Percayalah pada diri sendiri, jangan terlalu memikirkan komentar negatif orang lain, dan selalu berikan yang terbaik dalam setiap kesempatan,” pungkas Zazi Betari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenpora, Wawancara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU