KANAL

REGIONAL

Selasa, 13 MEI 2025 • 15:55 WIB

Mengurai Masalah Kecelakaan Maut: Penyebab dan Upaya Pencegahan biar Tak Terulang

Mengurai Masalah Kecelakaan Maut: Penyebab dan Upaya Pencegahan biar Tak TerulangKecelakaan angkutan umum dan truk tronton di Kalijambe, Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (7/5/2025). (ANIS EFIZUDIN)

INDOZONE.ID - Rentetan kecelakaan tragis yang berujung hilangnya nyawa manusia, mewarnai bulan Mei 2025 sejak awal. Kejadian nahas itu pun seakan menyadarkan publik, bahwa transportasi di Indonesia belum tersedia dengan jaminan keamanan dan keselamatan.

Pekan lalu, tepatnya pada Selasa 6 Mei 2025, bus Antar Lintas Sumatera (ALS) mengalami kecelakan di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar).

Bus tujuan Medan-Bekasi tersebut diduga mengalami rem blong sehingga terguling saat melaju dari arah Bukittinggi menuju Kota Padang. Kecelakaan itu menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan belasan orang luka-luka.

Sehari berselang, Rabu (7/5/2025), kecelakaan nahas melibatkan truk pengangkut pasir dengan minibus jenis kopada terjadi di Jalan Purworejo–Magelang, Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah (Jateng).

Karena kecelakaan tersebut, 11 orang pun meninggal dunia dan enam lainnya luka-luka. Sebanyak 10 korban meninggal dunia merupakan guru SD IT As Syafi’iyah dan seorang lainnya merupakan sopir angkot.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada Kamis (8/5/2025) di daerah Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebuah truk nekat menerobos palang pintu kereta api sehingga dihantam kereta.

Berdasarkan sejumlah peristiwa itu, Indozone menelisik tentang betapa pentingnya keselamatan di jalanan untuk masyarakat Indonesia.

Insiden Maut yang Terus Berulang

Mengurai Masalah Kecelakaan Maut: Penyebab dan Upaya Pencegahan biar Tak TerulangPetugas gabungan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan Bus ALS (Antar Lintas Sumatera) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Insiden-insiden kecelakaan yang selama ini merenggut nyawa, mencerminkan lemahnya tata kelola transportasi dan kurangnya upaya perbaikan dari pemerintah.

Pengamat Transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menyarankan pemerintah untuk lebih fokus pada transportasi. Sebab, transportasi merupakan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi negara.

“Secara garis besar, negara ini belum melihat transportasi sebagai hal yang penting dan genting. Padahal, transportasi adalah penentu pertumbuhan ekonomi,” ujar Djoko yang merupakan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) kepada Indozone.

Di sisi lain, menurut data Korlantas (2024), kecelakaan lalu lintas jadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Baca Juga: Jasa Raharja : 70 Persen Korban Kecelakaan Didominasi Anak Muda

Kecelakaan lalu lintas untuk usia terbanyak 6 – 25 tahun (pelajar/mahasiswa) sebanyak 39,48 persen. Kelompok usia produktif 25 – 55 tahun sebesar 39,26 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara, Press Release, Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengurai Masalah Kecelakaan Maut: Penyebab dan Upaya Pencegahan biar Tak Terulang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!