Rabu, 24 JUNI 2026 • 15:01 WIB

Jangan Jahat-jahat Sama Ronaldo, Dia Sudah 41 Tahun dengan Ekspektasi Tak Manusiawi

Author

Cristiano Ronaldo. (REUTERS/Phil Noble)

INDOZONE.ID - Houston, Texas, Amerika Serikat, stadion megah itu bergemuruh. Cristiano Ronaldo, pemain berusia 41 tahun asal Portugal, baru saja mencetak gol. Ini bukan gol biasa, melainkal adalah gol yang sangat bersejarah.

Bola hasil umpan Joao Cancelo itu disambar Ronaldo dari jarak dekat. Sorak-sorai menggema. Dan di situlah sejarah terukir, Ronaldo menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mampu mencetak gol di enam edisi turnamen berbeda, dari 2006 hingga 2026 .

Dua gol ia sarangkan ke gawang Uzbekistan pada laga kedua fase grup, Selasa (23/6/2026). Portugal menang telak 5-0 dan dalam sekejap, kritik yang menghujamnya setelah laga pertama mereda, setidaknya untuk sementara.

Kritik Dibayar dengan Rekor

Penyerang Portugal, Cristiano Ronaldo mencium piala UEFA Nations League saat berhasil menjuarainya usai mengalahkan Belanda dalam pertandingan final di Estadio do Dragao, Porto, Portugal, 10 Juni 2019. (Action Images via Reuters/Carl Recine)

Satu pekan sebelumnya, ceritanya sangat berbeda. Portugal hanya bermain imbang 1-1 melawan Republik Kongo. Ronaldo tampil tanpa satu pun tembakan yang tepat sasaran . Kemudian kritik langsung tertuju ke dia yang diperparah dengan Lionel Messi mencetak hat-trick untuk Argentina.

Baca juga: Lionel Messi Belum Bisa! Cristiano Ronaldo Pemain Pertama Cetak Gol di 6 Piala Dunia

Tapi Ronaldo bukanlah sosok yang mudah menyerah. Dua gol ke gawang Uzbekistan membungkam para kritikus. Rekor demi rekor ia ukir:

  • Pemain pertama yang mencetak gol di enam Piala Dunia beruntun
  • Pencetak gol terbanyak Portugal di Piala Dunia sepanjang masa dengan 10 gol, melampaui legenda Eusebio yang mengoleksi 9 gol
  • Pemain tertua kedua yang mencetak gol di Piala Dunia, setelah Roger Milla dari Kamerun yang melakukannya di usia 42 tahun 

"Ronaldo, kamu berasal dari planet mana?" demikian komentar seorang pengamat usai pertandingan . Pertanyaan itu menggambarkan kekaguman banyak orang. Di usia ketika mayoritas pemain profesional sudah pensiun, Ronaldo masih tampil di panggung terbesar dunia dan mencetak gol.

Ekspektasi yang Tidak Manusiawi

Cristiano Ronaldo dan Diogo Dalot usai laga melawan Uzbekstan, Rabu (24/6/2026). (REUTERS/Phil Noble)

Namun dibalik rekor dan gemilangnya prestasi, ada cerita lain yang tak kalah berat. Beban dan ekspektasi yang dipikul Ronaldo seolah tak pernah berkurang, bahkan di usianya yang ke-41.

Orang-orang masih menuntut Ronaldo tampil gemilang di setiap pertandingan. Ketika ia gagal mencetak gol, cemoohan menghujaninya. Ketika ia bermain buruk, perbandingan dengan Messi kembali diutarakan.

Data dari FIFA menunjukkan betapa rumitnya situasi ini. Pada laga melawan Kongo, Ronaldo melakukan 47 kali pergerakan tanpa bola, hanya kalah dari Kylian Mbappe (50) dan lebih banyak dari Erling Haaland dan Harry Kane jika digabungkan.

Namun rekan-rekannya hanya mengirimkan umpan kepadanya sebanyak 10 kali. Artinya, hanya 21,3% pergerakannya yang direspons dengan bola .

Messi di laga yang sama, melakukan 32 pergerakan dan menerima bola 16 kali, rasio sukses 50%. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Ronaldo mungkin bukan masalah utama, tapi ia sering diabaikan.

Baca juga: Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Messi Sudah Tancap Gas, Cristiano Ronaldo Baru Panaskan Mesin

"Kami tidak mencapai sepertiga akhir lapangan pada level yang kami butuhkan untuk memberikan servis kepada striker dan memanfaatkan pergerakannya," ujar pelatih Portugal, Roberto Martinez, usai laga imbang melawan Kongo .

Namun kritik tetap saja datang. Thierry Henry, legenda Prancis, mempertanyakan keputusan Ronaldo di momen-momen kunci, menuduhnya lebih mementingkan gol pribadi daripada tim .

Legenda Manchester United yang juga mantan rekannya, Paul Scholes menyebut Ronaldo sebagai "masalah". Sementa, Chris Sutton mengatakan kepada Martinez terlalu takut untuk menggantikannya .

Perbandingan yang Tak Pernah Usai

Cristiano Ronaldo saat masih berseragam Reak Madrid dan Lionel Messi saat masih menjadi pemain Barcelona di ajang LaLiga. (REUTERS/Sergio Perez)

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Dua nama yang akan selalu dihubungkan. Meski keduanya sudah memasuki senja karier, perbandingan masih terus bergulir. Setiap kali Messi tampil cemerlang, Ronaldo akan langsung dibandingkan.

Setiap kali Ronaldo gagal, nama Messi akan diteriakkan oleh pendukung lawan, seperti yang terjadi saat Portugal melawan Kongo pada laga pertama.

Mantan quarterback NFL, Robert Griffin III, bahkan menulis di media sosial mengungkapkan ketika Anda menonton Argentina dan Portugal, satu hal yang jelas. Rekan setim Lionel Messi mencintainya sementara rekan setim Cristiano Ronaldo membencinya .

Mantan striker Inggris, Jay Bothroyd, juga angkat bicara. Menurutnya, jika Ronaldo adalah pemain tim, ia harus mundur dan memahami bahwa ia harus menjadi pemain yang datang dari bangku cadangan.

“Apakah ia akan pernah melakukan itu? Tidak, saya kira tidak,” ujarnya.

Namun di balik semua kritik, ada data yang sering diabaikan. Di laga melawan Kongo, Ronaldo mencatatkan akurasi umpan 95% tertinggi di antara para bintang dunia seperti Messi, Mbappe, Kane, dan Haaland . Ia juga berlari sejauh 8.389 meter, lebih banyak dari Messi .

Yang berubah bukanlah kemauan Ronaldo untuk bekerja tapi yang berubah adalah frekuensi ledakan eksplosif yang dulu menjadi ciri khas permainannya.

Haaland berlari enam kali lebih jauh dalam kecepatan tinggi. Mbappe tetap berada dalam kategori yang berbeda. Usia telah mengubah cara Ronaldo bermain, tapi tak mengurangi tekadnya.

Drama di Balik Layar

Joao Neves saat sedang berdialog dengan Ronaldo di laga Portugal vs Kongo di Piala Dunia 2026. (Le Meilleur du Football)

Kontroversi tak hanya datang dari luar. Dari dalam tim sendiri, ketegangan terasa. Joao Neves, rekan setim Ronaldo, mengatakan hal yang cukup mengagetkan saat wawancara usai laga melawan Kongo.

"Kami tahu apa yang telah Ronaldo lakukan untuk tim nasional. Tapi saat ini, saya pikir dia hanyalah salah satu dari kami,” kata Joao Neves kepada wartawan.

Pernyataan ini tentunya  memicu kemarahan besar para penggemar Ronaldo, yang membanjiri akun media sosial Neves dan pemain lain dengan komentar-komentar kasar.

Baca juga: Cetak Brace ke Gawang Uzbekistan, Berapa Total Gol Ronaldo Selama Edisi Piala Dunia?

Georgina Rodriguez, pasangan Ronaldo, juga ikut menyukai komentar-komentar kritis terhadap rekan setim Ronaldo. Sementara itu, kakak Ronaldo, Katia Aveiro, juga menulis di media sosial.

"Secara ajaib, mereka lupa cara mengoper bola, merebutnya kembali, meluncurkan serangan balik. Pertandingan menjadi hanya tentang operan ke belakang di lini tengah. Piala Dunia yang aneh. Sangat aneh,” tulisnya.

Media Portugal bahkan melaporkan adanya ancaman "perang saudara" di ruang ganti jika hal-hal seperti ini masih terjadi atau dilakukan oleh beberapa pemain dan terus berlanjut .

Sejarah yang Sering Dilupakan

Cristiano Ronaldo bersama rekan setimnya di Portugal, keluar dari lorong menuju lapangan pada laga Portugal vs Uzbekistan, Selasa (23/6/2026). (REUTERS/Phil Noble)

Di tengah semua drama dan kritik, satu fakta tak terbantahkan bahwa sejak Ronaldo hadir, Portugal tak pernah absen di Piala Dunia. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, Portugal meraih trofi bergengsi Euro 2016 dan Nations League 2019.

Namun jajak pendapat menunjukkan bahwa 63% penggemar Portugal tidak ingin Ronaldo menjadi starter di laga melawan Uzbekistan . Ironis memang, mengingat justru Ronaldo yang akhirnya mencetak dua gol dan membawa Portugal menang besar.

Martinez, sang pelatih, bisa jadi saat ini berada di posisi sulit. Ia menolak menyebut Ronaldo sebagai pemain yang tak tergantikan tapi statistik berbicara lain dimana  di bawah sistem Martinez, Ronaldo hanya diganti satu kali sebelum menit ke-60 dari 30 kali menjadi starter .

"Tidak masuk akal untuk menarik keluar pencetak gol terbaik dunia dalam situasi di mana gol dibutuhkan," kata Ronaldo dengan tegas seusai laga melawan Kongo .

Nikmati Saja Momen Terakhir Ini, Jangan Jahat-jahat

Selebrasi khas Cristiano Ronaldo. (REUTERS/Phil Noble)

Ini mungkin aklan jadi Piala Dunia terakhir Ronaldo mengingat usianya yang sudah kepala empat. Jika itu benar, ini akan menjadikannya perpisahan yang nyaris sempurna .

Dua gol melawan Uzbekistan bukan sekadar angka. Itu adalah pernyataan bahwa usia hanyalah angka, bahwa tekad bisa mengalahkan waktu dan Ronaldo masih pantas berada di panggung terbesar dunia.

Di usia 41 tahun, Ronaldo terus membuktikan bahwa ia mampu melampaui batas, menantang hukum waktu . Dalam dua dekade, dari Jerman 2006 hingga Amerika Utara 2026, ia tetap bertahan.

Pemain berganti generasi, taktik berubah, kecepatan permainan meningkat, tuntutan fisik semakin berat tapi Ronaldo tetap ada, tetap beradaptasi, tetap mencetak gol.

Baca juga: Francisco Conceicao Sebut Pemain Portugal Tidak Ada Kewajiban Oper Bola ke Cristiano Ronaldo

Mungkin sudah saatnya kita berhenti bersikap terlalu keras kepada Ronaldo apalagi dengan memberikan komentar-komentar jahat. Di usianya yang kini 41 tahun, ia telah memberi segalanya untuk sepak bola Portugal dan dunia.

Ia telah mencetak rekor yang mungkin tak akan terpecahkan. Ia telah mengangkat negaranya ke puncak yang tak pernah mereka capai sebelumnya.

Bukan berarti kritik tidak boleh disampaikan. Tapi kritik harus adil dan proporsional. Seorang legenda yang masih berjuang di senja kariernya layak mendapatkan rasa hormat, bukan cemoohan.

Seperti kata Ronaldo sendiri setelah hasil imbang melawan Kongo bahwa ini bukan langkah awal yang mereka inginkan dan meminta rekannya untuk tetap fokus.

"Ini bukan awal yang kami inginkan, tapi ini jauh dari selesai. Angkat kepala dan fokus pada pertandingan berikutnya," tegasnya.

Dan ia membuktikannya dengan dua gol di pertandingan berikutnya. Karena itulah Ronaldo tak pernah menyerah, tak pernah berhenti membuktikan, dan tak pernah berhenti membuat sejarah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: FIFA, Yahoo Sports, Instagram

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU