INDOZONE.ID - Fenomena cuaca ekstrem yang melanda akhir-akhir ini tidak hanya menyebabkan rasa gerah, tetapi juga memicu berbagai masalah kesehatan, terutama bagi masyarakat pekerja yang mengandalkan transportasi umum.
Keluhan utama yang sering dirasakan oleh para komuter adalah kelelahan parah, cepat capek, sakit kepala yang intens, dan dehidrasi.
Berjam-jam terpapar suhu panas, baik saat di dalam perjalanan, menunggu di halte, atau berdesakan di dalam transportasi umum, membuat suhu tubuh meningkat drastis.
Baca juga: Begini Cara Melindungi Kulit dari Cuaca Panas yang Melanda saat Ini
Hal ini seringkali memicu dehidrasi yang gejalanya meliputi bibir kering, mata cekung, dan penurunan fokus.
Bukan cuma itu, salah satu dampak dari cuaca panas ekstrem ini ternyata juga dapat menyebabkan ISPA, influenza, dan COVID-19, lho.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang mencatat bahwa kasus ISPA, influenza, dan COVID-19 di Indonesia naik lagi.
Menurut Juru Bicara Kemenkes drg. Widyawati, MKM, data surveilans menunjukkan tren kenaikan kasus penyakit pernapasan sejak akhir 2024, lalu meningkat lagi di awal 2025, dan kini naik lagi sejak September 2025.
"Berdasarkan hasil surveilans influenza melalui i Surveilans Sentinel ILI-SARI, terpantau adanya peningkatan kasus pada akhir tahun 2024 dan di awal tahun 2025, yaitu bulan Januari hingga Maret, serta kembali menunjukkan tren peningkatan pada awal September," ujar Widyawati kepada Indozone, Rabu (22/10/2025).
"Kecenderungan ini diperkirakan akan berlanjut hingga awal tahun berikutnya, sejalan dengan pola musiman penyebaran influenza di Indonesia. Demikian pula dengan pemantauan ISPA melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), juga terlihat tren peningkatan kasus," sambungnya.
Kalau kamu merasa lebih gampang lelah, gampang sakit kepala, atau tenggorokan sering kering, itu bisa jadi tanda tubuhmu mulai kalah sama suhu panas.
Widyawati menyampaikan, panas tinggi dan kelembaban berlebih bikin tubuh cepat dehidrasi dan daya tahan menurun. Akibatnya, virus-virus seperti influenza dan COVID-19 lebih mudah menyerang.
"Meski cuacanya masih dalam batas wajar, kombinasi panas, kurang minum, dan aktivitas di luar ruangan bisa memicu gangguan kesehatan," ungkap Widyawati.
Flu atau COVID-19? Begini Cara Membedakannya
Cuaca panas juga sering bikin bingung, ini cuma flu biasa atau jangan-jangan COVID-19 varian baru?
Menurut Kemenkes, flu karena cuaca biasanya berlangsung hanya 1 sampai 3 hari. Gejalanya berupa demam ringan, pilek, batuk berdahak, nyeri otot, dan umumnya sembuh kurang dari seminggu.
Sedangkan COVID-19 muncul lebih lambat yakni 3 sampai 7 hari. Gejalanya batuk kering, lemas, sakit tenggorokan, kadang disertai gangguan pencernaan, dan bisa bertahan lebih lama.
"Perbedaan utama terletak pada durasi dan progres gejala. Flu membaik cepat, sedangkan COVID-19 cenderung menetap," kata Widyawati.
"Kalau gejalanya nggak membaik dalam 2–3 hari, segera cek ke fasilitas kesehatan dan lakukan tes antigen atau PCR," jelasnya.
Lebih jauh, Widyawati mengingatkan pentingnya menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi sekarang.
"Minum cukup air, pakai pakaian longgar, dan hindari aktivitas berat di siang hari. Cuaca panas ini nyata pengaruhnya ke tubuh," tambahnya.
So, jangan anggap remeh kalau mulai pilek atau batuk. Bisa jadi itu sinyal tubuhmu butuh istirahat atau hidari lebih.
Cuaca boleh panas, tapi kamu tetap bisa stay fresh dan sehat kalau tau cara jaga diri.
Baca juga: Kemenkes Beri Tips Tubuh Gak Gampang Drop di Cuaca Panas Ekstrem
Tips Biar Tubuh Gak Gampang Drop di Cuaca Panas
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, drg. Widyawati, MKM, membeberkan langkah-langkah pencegahan komprehensif yang wajib diterapkan oleh masyarakat.
1. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
- Rajin cuci tangan dengan sabun, terutama setelah beraktivitas di luar atau kontak dengan orang sakit.
- Jika sedang batuk/bersin atau di tempat ramai, gunakan masker.
- Tutup mulut saat batuk/bersin, dan pastikan ruangan memiliki ventilasi bagus.
2. Perkuat Sistem Imun Tubuh
"Imunitas kuat adalah kunci, " ungkap Widyawati Sabtu (18/10/2025).
- Makan bergizi (sayur, buah, dan protein yang cukup)
- Tidur cukup, olahraga teratur
- Kelola stres
- Hindari rokok
3. Jaga Diri dari Cuaca Panas
Suhu yang tinggi dapat melemahkan tubuh dan membuatnya rentan terhadap infeksi.
- Minum air cukup, jangan tunggu haus baru minum
- Hindari paparan matahari langsung saat siang terik (jam 10 pagi hingga 4 sore)
- Gunakan pakaian ringan, sejuk, dan sirkulasi udara ruangan perlu diperhatikan
4. Hindari Penularan dan Deteksi Dini
- Sebisa mungkin jaga jarak sebisa mungkin dari orang yang sedang sakit
- Pisahkan alat makan/minum dengan orang yang sedang sakit di rumah
- Jika sudah bergejala (batuk, pilek, demam) segera istirahat di rumah
- Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila demam, batuk, pilek, atau sesak napas tidak membaik dalam 2-3 hari.
Di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda, Kemenkes memberikan empat tips biar tubuh gak gampang drop di cuaca panas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung