Kamis, 31 JULI 2025 • 13:34 WIB

Seberapa Sulit Punya Rumah Sendiri di Jakarta? Inilah Faktor Penyebab dan Solusinya

Author

Ilustrasi sulitnya mencari rumah di Jakarta. (Freepik)

INDOZONE.ID - Peningkatan jumlah penduduk yang tinggi di kota Jakarta setiap tahunnya berdampak pada meningkatnya permintaan hunian, namun ketersediaan rumah yang dibangun oleh pengembang tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk.

Keterbatasan sumber daya dan beragamnya kebutuhan masyarakat membuat pembangunan perumahan dan permukiman menjadi tantangan yang perlu diatasi. 

Apalagi, tampaknya mencari rumah di Jakarta masih menjadi permasalahan yang cukup kompleks terkait harga jual yang tinggi dan masih terbilang mahal. Bahkan, untuk mencari rumah di pinggiran Jakarta saja, harganya masih sangat tinggi.

Masalah finansial tentu juga menentukan. Seolah karyawan biasa-biasa saja dengan penghasilan untuk keseharian dirasa susah untuk memiliki rumah sendiri.

Baca juga: Pensiun di Usia Muda: Cara Realistis Capai Kebebasan Finansial

Faktor Penyebab

Ilustrasi sulitnya mencari rumah di Jakarta. (Freepik)

Menurut Pengamat Properti Anton Sitorus, terdapat dua faktor utama yang bisa memengaruhi pasar properti saat ini, khususnya untuk memiliki rumah sendiri di Jakarta. Pertama, masalah harga yang tidak sesuai dengan daya beli masyarakat. Keterjangkauan harga menjadi isu krusial karena banyak orang yang kesulitan untuk membeli properti dengan harga yang ditawarkan saat ini. 

Faktor kedua adalah keterbatasan pasokan properti yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat. Pilihan properti yang terbatas, baik dari segi lokasi maupun model, membuat masyarakat memiliki sedikit opsi untuk memilih properti yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 

"Faktor utamanya adalah masalah harga, keterjangkauan antara daya beli sama harga yang ditawarkan, yang kedua keterbatasan pasokan, karena pilihan orang itu bisa berbeda-beda, terkait lokasinya, modelnya, tapi seperti yang kita tahu ya gak banyak pilihan lah, udah gak banyak pilihan, harganya juga mahal," ujar Pengamat Properti Anton Sitorus saat diwawancarai Indozone pada Kamis (26/6/2025).

Selain itu, harga properti yang tinggi juga menjadi hambatan bagi masyarakat untuk memiliki rumah yang diinginkan. 

Cara Membagi Penghasilan Demi Mewujudkan Rumah Impian di Jakarta

Pengamat Anton Sitorus menyampaikan kepada calon pembeli rumah agar memiliki penghasilan yang stabil dan tabungan yang cukup untuk membeli rumah dengan cicilan, karena perbankan mensyaratkan penghasilan minimal tiga kali lipat dari jumlah cicilan.

Baca juga: Menteri PKP Sebut Dukungan Danantara di Perumahan sebagai Wujud Berdikari Indonesia

Apalagi kalau rumah impianmu ada di kawasan Jakarta, tentunya harus mengimbangi dan mengelola keuangan dengan baik, karena rata-rata cicilan bulanan bisa mencapai 2-3 juga rupiah per bulan.  

"Rata-rata sekarang ini kalau rumah yang ada di sekitaran JABODETABEK itu, kalau misalnya masyarakat beli menggunakan cicilan, cicilan sebulan itu kan sekarang mungkin di atas 2-3 juta, sementara kalau dari itung-itungan perbankan itu cicilan 3 juta biasanya perbankan akan mensyaratkan pembelinya itu punya penghasilan minimal tiga kali dari cicilannya itu, kisaran 9-10 juta, itu minimalnya dengan skenario yang saya gambarkan," tutur Anton.

Lebih lanjut, Anton menekankan kepada khalayak umum untuk menabung sejak dini, karena menabung itu sangat penting dan juga bisa meringankan cicilan yang ditawarkan nantinya.

"Intinya kalau misalnya mau beli rumah udah jelas ya mesti harus nabung, paling nggak kan nabung buat bayar uang muka, kalau cicilannya kan biasanya diambil dari gaji."

"Jadi kalau cicilannya 3 juta ya berarti penghasilannya minimal sekitar 9 juta 10 juta. Nabung itu penting, karena dari generasi dulu itu kalau mau beli rumah itu ya harus punya simpenan sebagai modal untuk paling ngga bayar uang muka, karena uang muka itu berkisar 15-30% dari harga rumah," imbuhnya.

Tips Bagi Khalayak Umum Agar Bisa Mengelola Keuangan dengan Baik 

Ilustrasi menabung untuk membeli rumah. (Freepik)

Menabung secara konsisten dan mengelola pengeluaran dengan baik merupakan kunci untuk mencapai tujuan keuangan, termasuk membeli rumah.

Oleh karena itu, mengorbankan pengeluaran yang tidak perlu menjadi salah satu strategi untuk mencapai tujuan membeli rumah. 

Baca juga: Ingin Capai Kesejahteraan Finansial di Usia 18 Tahun? Ikuti 9 Nasihat Ini

"Finansial plannernya lebih ngerti ya, tapi kalau saya kembali lagi menekankan ya satu-satunya cara itu adalah menabung, itu sudah berlaku umum lah, kalau misalnya mau membeli sesuatu yang biayanya besar itu mesti nabung, apalagi kalau beli rumah, persiapan nabungnya mesti panjang, tentu harus mengorbankan pengeluaran yang gak perlu demi mencapai yang diinginkan," ujar Anton Sitorus.

Dengan menabung secara konsisten dan mengelola keuangan dengan baik, seseorang bisa mencapai tujuan keuangan yang diinginkan, termasuk memiliki rumah impian. 

Lantaran menabung bukan hanya tentang mengumpulkan uang, tetapi juga tentang membangun kedisiplinan dan kesadaran keuangan yang baik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU