The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Lohor 4 Jumat Pernah Ditinggalkan Belasan Tahun, Budaya Lombok Ini Dihidupkan Kembali
'Bisok Menik' yang dilakukan oleh wanita Bayan (Z Creators/Umaera)
Fakta Dan Mitos

Lohor 4 Jumat Pernah Ditinggalkan Belasan Tahun, Budaya Lombok Ini Dihidupkan Kembali

Untuk menolak bala atau bencana

Selasa, 15 November 2022 19:54 WIB 15 November 2022, 19:54 WIB

INDOZONE.ID - Bayan adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Desa ini kaya akan adat dan budaya warisan dari nenek moyang. Sampai sekarang, adat istiadatnya masih dilestarikan oleh masyarakat Bayan.

Ada beragam jenis adat dan budaya yang masih sangat kental, salah satunya adalah Lohor 4 Jumat. Lohor 4 Jumat merupakan ritual untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Pusat ritual ini diadakan di Masjid Kuno Bayan. Dalam ritual ini, masyarakat Bayan yang juga dikenal dengan sebutan Suku Sasak bergotong-royong menyiapkan acara. Mulai dari menyiapkan makanan serta keperluan lainnya. 

wanita bayan
Potret wanita Bayan saat melakukan 'Bisok Menik' di sungai (Z Creators/Umaera)

Uniknya, saat akan melaksanakan suatu kegiatan adat, Suku Sasak mengharuskan masyarakatnya untuk masak besar. Biasanya, mereka akan mencuci beras yang dalam bahasa Sasak disebut “bisok menik” di hulu sungai.

Sungai yang dipilih sebagai lokasi cuci beras juga enggak sembarang sungai nih. Lokasi sungainya sudah ditetapkan oleh masyarakat Sasak untuk pencucian beras. Kegiatan bisok menik hanya dilakukan oleh wanita Bayan dengan menggunakan kemben yang berwarna senada serta rambut yang diikat menyerupai konde.

suku bayan
Perjalanan menuju Masjid Kuno Bayan (Z Creators/Umaera)

Baca Juga: Tolong! Desa di Lombok Timur Ini Diprediksi Bakal Tenggelam, Bagaimana Nasib Penduduknya?

Adat Lohor 4 Jumat ini dilakukan oleh masyarakat setempat untuk menolak bala atau bencana. Ritualnya dilakukan dengan cara salat di Masjid Kuno Bayan yang diikuti oleh 44 Kyai.

masjid kuno bayan
Iringan menuju Masjid Kuno Bayan (Z Creators/Umaera)

Sayangnya, budaya ini pernah ditinggalkan selama kurang lebih 15 tahun sejak tsunami Aceh terjadi. Budaya ini kembali dilaksanakan pada 2020 lalu untuk memohon agar desa dan masyarakat Bayan terlindungi dari segala marabahaya, seperti bencana alam dan pandemi Covid-19 yang terjadi pada saat itu.

Artikel Menarik Lainnya:

Melihat Jejak Terakhir Peninggalan Kerajaan Gowa, Istananya Megah Seluas 3 Hektar!

Dipercaya Bisa Bikin Awet Muda, Telaga Madiredo Banyak Dikunjungi Saat Bulan Suro

Terjadi 3250 Kecelakaan Lalin Tiap Hari, Pengemudi di Negara Ini Dijuluki Traffic Monster

Beda dari Soto Kebanyakan, Warung Soto SMU Mampu Raih Omzet Rp9 Juta Sehari

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators
Z Creators

TAG
Rini Puspita
Umaera
Umaera
Community Writer
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US