The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Chaos di Kanjuruhan, Cak Imin Soroti Dugaan Salah Prosedur Pengamanan Sepakbola
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Instagram/@cakiminow)
Soccer

Chaos di Kanjuruhan, Cak Imin Soroti Dugaan Salah Prosedur Pengamanan Sepakbola

Minggu, 02 Oktober 2022 12:24 WIB 02 Oktober 2022, 12:24 WIB

INDOZONE.ID - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memandang tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pasca pertandingan Arema vs Persebaya dan menelan 127 korban jiwa, merupakan peristiwa kelam bagi sepakbola Indonesia.

"Indonesia berduka, sepakbola menjadi tragedi," ujar Muhaimin dalam siaran persnya, Minggu (2/10/2022).

Cak Imin—sapaan akrab Muhaimin Iskandar meminta pihkak kepolisian mengusut kemungkinan adanya kesalahan prosedur dalam penanganan chaos yang terjadi di lapangan. 

Baca Juga: Tragedi Maut Kanjuruhan, Bos Arema Juragan 99 Posting Pita Duka Cita: Sayang Kalian Semua

“Ini persoalan serius yang harus diusut. Apakah banyaknya jumlah korban jiwa ini akibat kelalaian petugas di lapangan dalam penanganan chaos atau karena sebab lain," tutur Cak Imin.

Pasalnya, sambung Cak Imin, dalam hal penggunaan gas air mata saat menangani kericuhan suporter bola, sesuai Pasal 19 b dalam aturan FIFA soal pengamanan dan keamanan di stadion.

FIFA sudah melarang membawa dan menggunakan senjata api atau gas pengendali massa atau gas air mata. Karena itu, dia merasa aneh jika pihak keamanan tidak paham standar aturan.

Baca Juga: Mabes Polri Kirim Tim DVI ke Malang, Percepat Identifikasi Korban Kanjuruhan

“Kalau benar aturan FIFA tidak boleh ada gas air mata, aneh kalau pihak keamanan tidak paham standar aturan yang ada maka ini harus diusut tuntas. Jangan sampai ke depan kasus serupa terjadi lagi," katanya.

Lebih lanjut, Cak Imin juga meminta PSSI untuk mengevaluasi total pelaksanaan Liga 1.

“Selain soal pengamanan, apakah kericuhan penonton yang terulang lagi ini juga karena ketidaksiapan penitia pelaksana pertandingan atau sebab lain, ini harus dievaluasi," tutupnya

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US