The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Banyak yang Belum Tahu, Ini Bedanya Krisis, Resesi dan Depresi Ekonomi
Ilustrasi krisis. (Pexels/Markus Winkler)
News

Banyak yang Belum Tahu, Ini Bedanya Krisis, Resesi dan Depresi Ekonomi

Simak ya.

Kamis, 06 Agustus 2020 14:08 WIB 06 Agustus 2020, 14:08 WIB

INDOZONE.ID - Akhir-akhir ini, bahasan mengenai krisis, resesi maupun depresi ekonomi sering terlihat di banyak media. Tak hanya media cetak dan elektronik saja, media televisi dalam sejumlah siaran berita juga sering membahas isu tersebut. 

Lalu tahukah kamu bahwa ketiga istilah ekonomi tersebut, ternyata memiliki makna yang sama, namun berbeda dalam penggunaan istilahnya?

Krisis, resesi dan depresi ekonomi memiliki makna yang sama, hanya berbeda dalam penggunaannya. Ketiga istilah itu sama-sama menggambarkan suatu keadaan yang buruk, namun dengan tingkatan yang berbeda. 

Dalam ekonomi, krisis adalah istilah lama dalam teori siklus bisnis, merujuk pada perubahan tajam menuju resesi. Sebagai contoh krisis ekonomi 1994 di Meksiko, krisis ekonomi Argentina (1999-2002), krisis ekonomi Amerika Selatan 2002, krisis ekonomi Kamerun. Krisis finansial bisa berupa krisis perbankan maupun krisis moneter.

Sementara dalam ekonomi makro, istilah resesi atau kemerosotan adalah kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. 

Banyak yang Belum Tahu, Ini Bedanya Krisis, Resesi dan Depresi Ekonomi
Resesi dapat mengakibatkan berkurangnya lapangan pekerjaan secara drastis. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan.

Resesi sering diasosiasikan dengan turunnya harga-harga (deflasi), atau, kebalikannya, meningkatnya harga-harga secara tajam (inflasi) dalam proses yang dikenal sebagai stagflasi. 

Sementara itu, resesi ekonomi yang berlangsung lama disebut depresi ekonomi. Penurunan drastis tingkat ekonomi biasanya akibat depresi parah, atau akibat hiperinflasi disebut kebangkrutan ekonomi atau economy collapse. 

Dikutip dari Wikipedia, Kolumnis Sidney J. Harris membedakan istilah-istilah di atas dengan cara ini. 

"Sebuah resesi adalah ketika tetanggamu kehilangan pekerjaan, depresi adalah ketika kamu yang kehilangan pekerjaan," demikian dikutip dari Wikipedia, Kamis (6/8/2020).


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Utami Evi Riyani
Sigit Nugroho

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US