The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Isu Taliban Muncul Kembali di KPK, ICW: Hanya Sekadar Khayalan Belaka!
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). / Istimewa
News

Isu Taliban Muncul Kembali di KPK, ICW: Hanya Sekadar Khayalan Belaka!

Serang rutin.

Selasa, 26 Januari 2021 12:06 WIB 26 Januari 2021, 12:06 WIB

INDOZONE.ID - Isu radikalisme dan taliban kembali muncul di dalam tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai isu tersebut adalah serangan rutin ke lembaga antirasuah kala sedang mengungkap kasus besar.

“ICW beranggapan isu taliban yang sedang dinaikkan beberapa kelompok merupakan serangan rutin ke KPK tatkala sedang mengungkap perkara besar,” ujar peneliti ICW, Kurnia Ramadhana kepada Indozone, Selasa (26/1/2021).

Kurnia melanjutkan, serangan yang dilakukan kelompok tersebut dengan memunculkan radikalisme dan taliban berupaya mengalihkan isu utama. Apalagi kini KPK sedang menangani kasus besar yakni korupsi bantuan sosial.

“Kelompok tersebut berupaya untuk mengalihkan isu utama bahwa KPK saat ini sedang menangani perkara besar, salah satunya skandal korupsi bantuan sosial yang diduga melibatkan banyak politisi,” tegasnya.

Lebih lanjut Kurnia menekankan, isu taliban dan radikalisme yang menyerang KPK adalah merupakan opini yang sudah usang dan tidak lagi dipercaya publik.

“Isu itu sudah usang dan publik tidak lagi percaya. Sebab, sampai hari ini kesimpulan tersebut tidak pernah terbukti dan hanya sekadar khayalan belaka,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron angkat bicara mengenai kembali munculnya isu taliban di lembaga antirasuah.

Ia memastikan, selama satu tahun memimpin KPK dirinya tidak pernah melihat ataupun mendengar adanya radikalisme dan taliban di KPK seperti yang disebutkan.

“Selama satu tahun saya dan pimpinan KPK periode 2019 – 2023 memimpin KPK, kami pastikan tidak ada radikalisme dan taliban di KPK seperti yang disebutkan,” kata Ghufron kepada wartawan, Selasa (26/1/2021).


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US