The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Miris, Ini Alasan Netizen Indonesia Serang Artis The World of the Married
The World of the Married.(Soompi)
Life

Miris, Ini Alasan Netizen Indonesia Serang Artis The World of the Married

Termasuk cyber bullying.

Senin, 18 Mei 2020 20:45 WIB 18 Mei 2020, 20:45 WIB

INDOZONE.ID - Netizen Indonesia sempat menjadi sorotan lantaran menuliskan komentar dengan kata-kata kasar di akun Instagram artis luar negeri. Sebut saja aktris Korea Han Son Hee yang berperan sebagai Yeo Da Kyung. Dalam drama The World of the Married, karakter tersebut merupakan orang ketiga yang menghancurkan rumah tangga Ji Sun Woo dan Lee Tae Oh.

Baru-baru ini, hal yang sama juga dilakukan terhadap aktris Thailand Gigie Anh Truc. Penyebabnya hampir sama, karena pemain dalam drama 2gether The Series itu juga memerankan tokoh orang ketiga yang dalam hubungan asmara Sarawat dan Tine.

Lantas wajarkah tindakan netizen Indonesia yang menyerang pemain tidak disukai dengan kata-kata kasar?

The World of the Married
Cuplikan serial drama The World of the Married (photo/dok.JTBC)

Menurut psikolog klinis dewasa Alfath Hanifah Megawati, M.Psi., hal ini memang bisa saja terjadi lantaran penonton terlalu terbawa emosi saat menonton drama.

Simpati yang berlebihan dapat memicu terjadinya transferensi emosi kepada pemeran dalam tokoh drama. Kondisi tersebut membuat penonton tanpa sadar mengalihkan emosinya di kehidupan nyata kepada pemeran di drama.

"Media sosial dianggap tempat yang aman untuk berekspresi sehingga penonton yang terbawa emosi menyalurkannya dengan kata-kata kasar," ujar psikolog yang akrab disapa Ega Alfath kepada Indozone saat dihubungi melalui pesan singkat

The World of the Married
Cuplikan serial drama The World of the Married (photo/dok.JTBC)

Ada banyak faktor yang membuat penonton sampai menyalurkan emosinya lewat kata-kata kasar. Faktor pertama adalah kemampuan meregulasi emosi yang kurang baik. Kemudian faktor kedua adalah adanya proses transferensi emosi yang sifatnya tidak disadari atau respon automatis. 

"Kondisi ini dipengaruhi oleh adanya pengalaman yang relevan antara kehidupan penonton dengan kejadian dalam drama," kata Ega.

Ilustrasi Cyber Bullying.(freepik)
Ilustrasi Cyber Bullying.(freepik)

Kemudian faktor lainnya adalah imitasi. Ketika seorang penonton melihat penonton lain menampilkan reaksi tertentu pada pemeran dalam drama, hal itu mendorongnya untuk menampilkan reaksi yang sama. Hal itu yang membuat netizen Indonesia seolah kompak dalam menyuarakan pendapat.

"Misalnya ada beberapa orang berkomentar di media sosial aktris drama terkait, penonton lain terdorong untuk melakukan hal yang sama. Komentar adalah bagian dari ekspresi emosi," pungkas Ega.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Maria Adeline Tiara Putri

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US