The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tugas Berat Perempuan Inggris saat Perang Dunia I, Salah Satunya Menyiapkan Amunisi Perang
Perempuan Inggris yang menyiapkan amunisi Perang Dunia I. (History of Yesterday)
Fakta Dan Mitos

Tugas Berat Perempuan Inggris saat Perang Dunia I, Salah Satunya Menyiapkan Amunisi Perang

Bahkan nyawa jadi taruhannya

Senin, 21 November 2022 11:00 WIB 21 November 2022, 11:00 WIB

INDOZONE.ID - Perang Dunia I menjadi masa yang kelam bagi perempuan Inggris kala itu. Selain mereka akan ditinggal oleh suami mereka untuk berperang, perempuan ini memiliki tugas yang berat untuk menyiapkan amunisi perang. 

Dikutip dari History of Yesterday, Perang Dunia I menjadi perang yang tak terduga lantaran berlangsung seakan badai di malam hari. Hal ini membuat Kerajaan Inggris harus mengerahkan para pria ke medan perang. 

Baca Juga: Shell Shock, Sindrom Gangguan Syaraf Akibat Perang Dunia I

Sebulan pasca perang berlangsung, strategi dan taktik pun ditemukan yakni para tentara membutuhkan amunisi perang yang mungkin terhenti sejak para pria turun ke medan perang. 

Yang tersisa hanyalah perempuan yang ditinggal oleh suami mereka. Kerajaan pun langsung mengerahkan para perempuan ini untuk memproduksi perlengkapan perang seperti senjata, amunisi , seragam, dan lain-lain. 

Perempuan Inggris yang semula berada di rumah harus jungkir balik mengubah diri mereka bak laki-laki yang bekerja di pabrik. Selain untuk membantu perang, mereka juga harus mendapatkan uang agar bisa memberi makan anak-anak mereka. 

Para perempuan ini pun mempertaruhkan nyawa mereka dengan memproduksi amunisi untuk perang, yang dikenal sebagai peluru howitzer.

Amunisi ini diciptakan dalam berbagai ukuran tergantung pada kaliber yang dibutuhkan, tetapi semuanya diisi dengan bahan peledak yang sama, Trinitrotoluena

Baca Juga: Grossflammenwerfer, Senjata Penyebur Api Milik Tentara Jerman Perang Dunia I

Paparan radiasi terus-menerus dari bahan peledak beracun ini mengubah kulit para pekerja menjadi warna oranye terang, inilah mengapa para wanita itu dijuluki dengan sebutan "Canary Girls".

Bahkan, ada sebuah tragedi di mana insiden besar di Pabrik Pengisian amunisi Nasional, dekat Chilwell, beberapa bahan peledak meledak yang menyebabkan kematian 130 perempuan. 

Dikatakan bahwa selama Perang Dunia I, dua perempuian meninggal setiap minggu di pabrik perang karena kecelakaan kerja atau keracunan bahan kimia.

Artikel Menarik Lainnya: 

TAG
M Fadli
Abdul Fattah
M Fadli
Editor
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US