The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Operasi Uranus, Serangan Tentara Uni Soviet kepada Jerman dengan Taktik yang Mematikan
Ilustrasi Operasi Uranus. (YouTube/Baku Hantam)
Fakta Dan Mitos

Operasi Uranus, Serangan Tentara Uni Soviet kepada Jerman dengan Taktik yang Mematikan

Jumat, 19 November 2021 10:30 WIB 19 November 2021, 10:30 WIB

INDOZONE.ID - Pada 18 November 1942 silam, tentara Uni Soviet dibawah kepemimpinan Zhukov melancarkan serangan balasan bernama Operasi Uranus di Stalingrad, Uni Soviet.

Serangan tersebut merupakan strategi pengepungan Soviet dalam Perang Dunia II atas angakatan bersenjata Jerman yang akhirnya mempertemukan kedua negara tersebut di Kalach pada 4 hari kemudian.

Strategi Zhukov pada saat itu ialah menyuplai Stalingrad yang dikepung dengan pasokan cukup untuk menarik Jerman semakin ke dalam dan sedikit demi sedikit melemahkan Pasukan VI Jerman Paulus. Sedangkan perbekalan dan peralatan Tentara Merah yang segar digunakan untuk membangun 5 pasukan tank baru.

Baca Juga: Aneh, Unik hingga Buruk! Inilah Deretan Senjata Perang Dunia I dan II

Kemudian pasukan baru itu dibantu di garis depan manapun. Sekali pasukan Jerman terkumpul di Stalingrad, Uni Soviet memutuskan pengepungan luas berdasarkan 2 pemikiran, yakni menyerang garis depan yang lebih lemah, saat itu dipegang oleh pasukan Rumania yang kurang persenjataannya dan menghindari campur tangan Pasukan Jerman Ke-VI.

Kerahasian strategi membuat operasi ini terbukti efektif serta mengejutkan, sebagian karena serangan tipuan Soviet, serta Jerman yang tidak yakin dengan kemampuan Soviet mengadakan operasi seperti itu.

Setelah pertahanan Rumania berhasil diobrak-abrik, Tentara Merah maju menembus kabut dingin. Tentara Jerman bahkan tak ada yang mampu bertahan, dan akhirnya front utara dan selatan bertemu di Kalach, berhasil merebut sebuah jembatan yang membentang di atas Don.

Lebih dari seperempat juta pasukan Blok Poros terputus dari pasokan karena musim dingin yang keras mulai turun. Keadaan penyerang Jerman di Stalingrad tampaknya menyedihkan dan pada 22 November dimana Jenderal Friedrich Paulus mengirimi Adolf Hitler sebuah telegram. Telegram tersebut mengabarkan bahwa Pasukan Ke-VI dikepung. Penerobosan dalam kriptografi Soviet berperan dalam keberhasilan operasi ini.

Dilarang keluar dari pengepungan itu, Tentara Merah mulai melakukan perang gerilya terhadap pasukan ke-IV Jerman pada 31 Januari 1943. Suplai bantuan yang dijanjikan oleh Luftwaffe tak pernah sampai, karena dalam perjalanan rombongan penyuplai dihadang oleh pertahanan antipesawat Soviet.

Banyak dari pesawat penyuplai itu ditembak jatuh. Keadaan cuaca yang sangat keras serta situasi amat genting berperan dalam melemahkan kesehatan pasukan dan keefektifan perlengkapan.

Pada 2 Februari 1943 pasukan ke-VI yang terdiri atas sekitar 100.000 orang, menyerah pada Uni Soviet, meski hanya sekitar 6.000 tahanan yang masih hidup yang kembali ke Jerman jauh setelah perang berakhir. Operasi ini diadakan dalam koordinasi penuh dengan Operasi Mars dekat Moskow.

TAG
Fahrizal Daulay
Abdul Fattah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US