The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Akibat Toleransi Tinggi, Profesi Pelacur Jadi Pekerjaan Lazim di Abad Pertengahan
Ilustrasi rumah bordil di Abad Pertengahan. (Wikimedia)
Fakta Dan Mitos

Akibat Toleransi Tinggi, Profesi Pelacur Jadi Pekerjaan Lazim di Abad Pertengahan

Kebutuhan seksual

Kamis, 24 November 2022 11:24 WIB 24 November 2022, 11:24 WIB

INDOZONE.ID - Profesi pelacur menjadi pekerjaan yang wajib dilakukan oleh para wanita di abad pertengahan. Banyak wanita yang secara sukarela menjadi seorang pelacur sebagai pekerjaan sehari-hari. 

Ternyata bukan butuh uang semata, melainkan hal ini menjadi lazim lantaran sikap toleransi para wanita akan kebutuhan dan juga sikap pria memperlakukan mereka sebagai objektivitas seksual. 

Baca Juga: Jadi Profesi Tertua, Bagaimana Sejarah Pelacuran Menjadi Marak di Indonesia?

Dikutipp dari History of Yesterday, sekitar abad ke-14 hingga ke-15, rumah bordil sedang naik daun. Rumah prostitusi kota dapat ditemukan di hampir semua lingkungan.

Para  wanita membiarkan bisnis semacam itu terus berjalan karena mereka mentolerir cara pria memperlakukan mereka sebagai pelacur. Bahkan para pria berperan dalam melancarkan bisnis pelacuran dengan mendirikan rumah bordil tersebut. 

Ditambah lagi, seksualitas yang tidak dapat diekspresikan dan dialami secara terbuka, dianggap sebagai bahaya bagi masyarakat. Oleh karena itu, sejak masa ajaran Beato Agustinus (354–430), prostitusi dianggap sebagai pelayanan jasa yang diperlukan.

Baca Juga: Ustad Tengku Zulkarnain Berkicau soal Miras, Judi dan Tanggungjawab Wapres Ma'ruf Amin

Beato Agustinus menyimpulkan anggapan bahwa laki-laki yang sudah terbiasa dengan hubungan seksual dan kehilangan keperjakaannya ia akan bergantung dan membutuhkan hal tersebut. 

Sehingga para laki-laki nantinya akan terus pergi ke rumah bordil, di mana di sana selalu terkait seks dengan mabuk dan bersenang-senang.

Pada kenyataannya, meskipun dianggap tabu, tapi dominasi prostitusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi menjadikannya sebuah profesi yang umum dan biasa. Prostitusi menjadi lumrah tergantung pada masyarakat pendukungnya.

Artikel Menarik Lainnya: 

TAG
Fahrizal Daulay
Abdul Fattah
JOIN US
JOIN US