The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pelaku Wisata Olimpiade Tokyo 2020 Gagal Dapatkan Cuan, Karena Masalah Ini!
Jepang. (photo/Ilustrasi/Pexels/Evgeny Tchebotarev)
Travel

Pelaku Wisata Olimpiade Tokyo 2020 Gagal Dapatkan Cuan, Karena Masalah Ini!

Kamis, 29 Juli 2021 11:21 WIB 29 Juli 2021, 11:21 WIB

INDOZONE.ID - Pergelaran pandemi Olimpiade Tokyo 2020 yang seharusnya ramai akan penonton, justru terlihat sepi. Hal ini dikarenakan Jepang yang menutup pintu untuk kunjungan turis di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di sana. 

Tentunya kebijakan itu berimbas pada pelaku wisata yang gagal mendapatkan keuntungan dari ajang olahraga terbesar di dunia itu. Salah satu destinasi yang terdampak adalah Asakusa yang merupakan destinasi wisata populer di Tokyo. Mulanya, Asakusa sendiri diproyeksikan bakal dipenuhi ribuan pendukung dari atlet olimpiade. Tetapi, karena COVID-19 tidak kunjung reda, harapan itu pupus sudah. 

"Seharusnya ada banyak turis lokal dan asing di wilayah Asakusa saat Olimpiade Tokyo," ungkap pedagang manisan Jepang, Shuichi Inoue, melansir Associated Press. 

"Wilayah ini sangat sepi dan kami kecewa," lanjutnya. 

Area turis yang berada dia sekitar venue Olimpiade Tokyo 2020 dan di wilayah-wilayah lainnya juga terdampak larangan masuk turis ke Jepang. Misalnya, salah satu distrik fashion kelas atas yang dekat Ometesando yang juga tidak terjamah kunjungan manusia. 

Salah satu pemilik toko oleh-oleh yang dulunya beroperasi di sana, yaitu Yoshihisa Omae mengatakan ia sampai harus pindah ke daerah Hiro-o dekat Shibuya karena tempat itu sepi. Karena pandemi, dia pun kehilangan kesempatan menonton dan meraup keuntungan dari upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020. 

"(Pemasukan) kurang dari setengah, mungkin hanya 10 persen, secara praktis tidak ada apa-apanya dibandingkan ekspektasi saya," ungkapnya. 

"Pandemi COVID-19 dimulai tahun lalu, jadi keuntungan ekonomi yang kita harapkan didapatkan tahun lalu, tidak tercapai," lanjutnya. 

"Tapi tetap saja, menyelenggarakan Olimpiade Tokyo 2020 memunculkan beberapa aktivitas ekonomi tambahan, beberapa orang Jepang juga mengubah bisnis mereka untuk bertahan hidup," jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US