The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengenal Costa de Morte, Pantai Kematian Indah pada  Spanyol
Costa de Morte. (photo/Dok. Wikipedia)
Travel

Mengenal Costa de Morte, Pantai Kematian Indah pada Spanyol

Minggu, 25 Juli 2021 11:26 WIB 25 Juli 2021, 11:26 WIB

INDOZONE.ID - Layaknya Segitiga Bermuda, pantai kematian yang berada pada Spanyol ini simpan cerita tenggelamnya ratusan kapal. Dimana, beberapa menghilang tanpa adanya jejak dan merenggut ribuan jiwa. Melansir CNN Travel, garis pantai ini dikenal 'Coast of Death' (Costa de Morte) yang menghap Samudra Atlantik di Galicia, sebuah wilayah di barat laut sudut Spanyol. Sejak abad ke-14 dari 600 kapal tenggelam di kawasan ini. 

Pelayaran di perairan memang begitu mengancam. Tebingnya sendiri menghiasi garis pantai di mana airnya memiliki arus yang kuat. Beberapa baigan sangatlah dangkal dan bagian lainnya dihiasi dengan bebatuan tersembunyi yang tidaklah jauh dari permukaan. 

Kawasan ini sering dilanda dengan badai yang dahsyat. Dimana, kabut bisa datang secara tiba-tiba dan anginnya bertiup hingga kecepatan lebih dari sekitar 120 km/jam. Apalagi hubungan dari pantai ini dengan kematian sudah ada sejak zaman kuno ketika dunia dianggap datar. 

Mereka yang mengarungi perairan berbahaya ini akan melewati mercusuar yang digantung di sepanjang tebing, tunjukkan para pelayar ke pelabuhan aman. Di sana, terdapat Mercusuar Cape Finisterre yang akan dibangun pada 1853. Bangunan tersebut tandai salah satu ujung rute hiking pantai yang disebut dengan Camino dos Faros di Galicia, Spanyol. 

Biarpun begitu, lebih dari satu mil pasir putih mengitari Desa Laxe, membuat orang yang datang bisa bersantai menatap keindahannya. Lanskapnya pun bergelombang, terdapat bunga liar dan semak belukar yang berduri. Para traveler bisa menatap tebing yang terjal yang dihantam dengan laut yang bergejolak. 

Di kota pesisir Muxia, terdapat sebuah monolit granit setinggi 10 meter yang dibangun untuk mengingatkan akan bencana pada 2002. Dimana, sebuah kapal tanker minyak terbelah menjadi 2 bagian, menumpahkan puluhan ribu ton minyak di sepanjang garis pantai, mencemari laut dan pasir. Monumen yang miliki celah ditengahnya itu diberi nama 'A Ferida' yang berarti 'luka'.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US