The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bangga, Penelitian Vaksin Virus Corona Indonesia Tersorot Media Asing
Ilustrasi peneliti tengah melakukan riset vaksin virus corona.(freepik/pressfoto)
News

Bangga, Penelitian Vaksin Virus Corona Indonesia Tersorot Media Asing

Disebut bikin bangga Asia.

Rabu, 17 Juni 2020 14:47 WIB 17 Juni 2020, 14:47 WIB

INDOZONE.ID - Negara-negara di dunia berlomba dalam menemukan vaksin virus corona. Tak mau ketinggalan, Indonesia juga melakukan berbagai riset untuk menemukan titik terang Covid-19.

Salah satunya, yang dilakukan Bio Farma. Perusahaan farmasi ini mendapatkan sorotan dari media Siangpura, Strait Times.

Bio Farma bekerja sama dengan perusahaan perusahaan farmasi Tiongkok, Sinovac Biotech dalam mengembangkan vaksin Vovid-19. Apabila tak ada halangan, vaksin tersebut siap digunakan awal tahun 2021.

Dr Neni Nurainy, manajer senior integrasi proyek penelitian dan pengembangan Bio Farma, mengatakan, "kerjasama ini akan dengan cepat menyediakan vaksin di Indonesia," seperti Indozone lansir dari Strait Times, Rabu (17/6/2020).

Bio Farma dan Sinovac diperkirakan akan melakukan uji klinis di Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini. Fase pertama uji klinis terhadap manusia diakukan pertengahan April 2020.

vaksin virus corona(freepik/pressfoto)
Ilustrasi vaksin virus corona.(freepik/pressfoto)

Bikin Vaksin Sendiri

Bio Farma memiliki agenda sendiri dalam penelitian. Tak hanya virus corona, Bio Farma melakukan riset untuk menemukan vaksin yang bisa digunakan dalam jangka panjang untuk menghadapi wabah atau pandemi lainnya.

Dalam mengembangkan vaksin, Bio Farma juga bekerjasama dengan universitas terkemuka di Indonesia dan lembaga-lembaga penelitian yang dipimpin oleh Institut Eijkman untuk Biologi Molekuler.

"Upaya ini merupakan kesiapan Indonesia untuk mengantisipasi pandemi, epidemi atau wabah berikutnya yang akan membutuhkan kemandirian kita dalam pembuatan vaksin," katanya.

Bio Farma dikenal telah mengekspor vaksin ke 147 negara termasuk Singapura. Bio Farma juga telah memproduksi hingga dua miliar dosis vaksin setiap tahun.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
JOIN US
JOIN US