Pemerintah Diminta Sosialisasi Bawang Putih Tak Bawa Virus Korona
ilustrasi bawang putih (pexels/Min An)
News

Pemerintah Diminta Sosialisasi Bawang Putih Tak Bawa Virus Korona

Selasa, 11 Februari 2020 14:15 WIB 11 Februari 2020, 14:15 WIB

INDOZONE.ID - Abdullah Mansuri selaku Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), menilai bahwa pemerintah, baik Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pertanian (Kementan) perlu mensosialisasikan bahwa virus korona tak menyebar melalui bawang putih impor dari Tiongkok.

Abdullah mengatakan, bahwa pemerintah hanya mengkategorikan hewan hidup sebagai media penyebaran virus korona.

"Ini perlu disampaikan ke publik bahwa (bawang putih) tidak berefek korona. Isu beberapa hari terakhir ini menimbulkan psikologi pasar bergejolak," kata Abdullah.

Melansir dari ANTARA, Abdullah menyampaikan bahwa saat ini keadaan pasar terganggu dan harga bawang putih bergejolak, akibat banyak konsumen baru tau bumbu dapur tersebut diimpor dari Tiongkok.

bawang
ilustrasi bawang putih (pexels/Artem Beliaikin)

Menurutnya, jika kegiatan impor tetap dilakukan dari Tiongkok, maka dikhawatirkan harga jadi sulit dikendalikan.

Tak hanya itu, masyarakat pun jadi enggan membeli bawang putih. Harga bawang putih diprediksi masih tetap tinggi. Kalau pun turun, harganya mungkin di kisaran Rp38.000 sampai Rp40.000 per kilogram, karena isu korona ini.

bawnag
Potret pedagang tengah membersihkan bawang putih (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

"Kami Ikappi memprediksi kalau impor berikutnya masih dari Tiongkok, harga sulit ditekan seperti normal. Turun mungkin tetapi sulit sampai Rp30.000 per kilogram," ujar Abdullah. 

Oleh sebab itulah, ia menilai bahwa pemerintah perlu memasok bawang putih selain dari Tiongkok. Hal ini bertujuan agar kondisi psikologi pasar tidak terganggu.

Ia menambahkan, negara seperti Thailand, Vietnam dan Laos bisa menjadi alternatif impor bawang putih di Indonesia.

"Kami merekomendasikan dari Vietnam, Laos, dan sebagainya, negara penghasil bawang putih yang lebih aman dari impor China karena isu terakhir ini menimbulkan psikologi pasar bergejolak," kata Abdullah.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Putri
Zega

Zega

Editor
Putri

Putri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US