The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tesla Tak Jadi Berinvestasi di Indonesia, Eks Wamen ESDM Arcandra Tahar Bongkar Alasannya
Elon Musk CEO Tesla (REUTERS/Brendan McDermid)
News

Tesla Tak Jadi Berinvestasi di Indonesia, Eks Wamen ESDM Arcandra Tahar Bongkar Alasannya

Kamis, 25 Februari 2021 09:31 WIB 25 Februari 2021, 09:31 WIB

INDOZONE.ID - Tesla memutuskan tidak jadi berinvestasi di Indonesia. Elon Musk lebih memilih Bangalore, India, sebagai pusat pengembangan teknologi dan produksi mobil listrik Tesla.

Mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengungkapkan analisis di balik keputusan Elon Musk tersebut. Menurut Arcandra, Elon Musk sebenarnya lebih mempertimbangkan India dan Israel sebagai tempat investasi.

"Kalau Tesla ingin mengembangkan technology centre-nya di luar Amerika Serikat (AS), secara logika mereka akan mencari kota yang ekosistemnya mendekati apa yang ditawarkan oleh Silicon Valley. Dua kota di dunia yang yang mendekati persyaratan ini adalah Tel Aviv di Israel dan Bangalore di India," kata Arcandra di akun Instagramnya.

Penyebabnya adalah dua negara ini sudah jauh lebih unggul di bidang teknologi dibandingkan dengan Indonesia. Di sana tersedia SDM yang terampil di bidang IT dan memiliki investor yang berani mendanai proyek startup berisiko tinggi.

Bangalore sudah lebih dulu menjadi pusat pengembangan raksasa otomotif seperti Mercedes-Benz, Volvo atau General Motor. Sementara, Tel Aviv telah dimasuki oleh Google, Microsoft, Facebook, hingga IBM.

 Semua berkat ekosistem dan juga SDM yang sudah teruji selama puluhan tahun.

"Mereka bisa membuktikan bahwa hasil kerja mereka tidak kalah dari talenta yang berasal dari AS. Kepercayaan ini tidak dibangun dalam hitungan bulan tapi puluhan tahun," tambahnya.

Arcandra memperkirakan Bangalore pada akhirnya menjadi pilihan Tesla karena kota ini juga memiliki akses pasar yang besar dan biaya tenaga kerja murah. Biaya hidup di Bangalore bahkan lebih rendah dari Jakarta.

"India adalah negara dengan jumlah penjualan mobil ke-empat terbesar di dunia setelah China, AS dan Jepang," lanjutnya.

Indonesia memang punya SDA luar biasa dan SDM potensial. Namun, pemerintah harus membangun ekosistem yang baik lebih dulu agar bisa meyakinkan investor.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor
JOIN US
JOIN US