The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sebut Facebook dan Medsos Lainnya "Membunuh Orang dengan Hoaks", Biden: Lihat Lah
Presiden Joe Biden. (REUTERS/Jonathan Ernst).
News

Sebut Facebook dan Medsos Lainnya "Membunuh Orang dengan Hoaks", Biden: Lihat Lah

Sabtu, 17 Juli 2021 19:18 WIB 17 Juli 2021, 19:18 WIB

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menyatakan secara terang-terangan terkait media sosial (Medsos) seperti Facebook "membunuh orang-orang" karena mengizinkan misinformasi tentang virus corona beredar.

"Mereka membunuh orang-orang... Lihat lah, satu-satunya pandemi yang kita alami berada di orang-orang yang tidak divaksin. Mereka ,membunuh orang-orang," kata Biden di Gedung Putih ketika menjawab pertanyaan tentang misinformasi seperti dikutip Indozone, Sabtu (17/7/2021).

Tak hanya itu saja, ia juga mengungkapkan hoaks tentang Covid-19 sering ditemukan di media sosial lainnya. Seperti, Facebook, Twitter dan YouTube.

Hal ini dikatanya, karena peneliti dan pengambil kebijakan berulang kali menuduh Facebook gagal mengatut konten berbahaya yang beredar.

Dalam hal ini, Facebook menyatakan, mereka sudah memiliki aturan soal klaim yang salah tentang vaksin dan Covid-19. Bahkan, pihak Facebook sendiri sudah memberikan konfirmasi yang terpecaya untuk topik tersebut.

"Kami tidak akan terditraksi oleh tuduhan Biden yang tak didukung fakta," ujar juru bicara Facebook Kevin MacAlister.

Ia ungkapkan faktanya, lebih dari 2 miliar orang menonton informasi resmi tentang Covid-19 dan vaksin di Facebook. Hal ini menunjukan lebih banyak dibandingkan tempat lainnya di internet.

"Lebih dari 3,3 juta orang Amerika juga menggunakan perangkat untuk menemukan di mana dan bagaimana cara mendapatkan vaksin. Faktanya menunjukkan Facebook membantu menyelamatkan nya, titik," pungkasnya.

Sementara, pihak Twitter dan YouTube tidak memberikan komentar terkait tuduhan Biden. Selain itu, Sekretaris pers Gedung Putih, Jen Psaki juga ikut mengkritisi Facebook. Ia mengungkapkan, tentu ada langkah yang sudah diambil Facebook, sebab Facebook adalah perusahaan swasta.

"Ada langkah-langkah tambahan yang bisa mereka ambil, jelas bahwa ada lebih banyak yang bisa diambil. Bahkan, ada 12 orang yang bertanggungjawab terhadap lebih dari 65 hoaks tentang vaksin yang beredar di media sosial," ucapnya.

Hal itu dikatakannya berdasarkan refrensi yang ia kutip dari Center for Countering Digital Hate pada Mei lalu. Dan, Facebook meragukan metode tersebut.

TAG
Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US