The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ini Akibatnya Jika Anak Dibiarkan Belajar Tanpa Sarapan
Ilustrasi sekolah online. (Pexels/Julia M Cameron)
Health

Ini Akibatnya Jika Anak Dibiarkan Belajar Tanpa Sarapan

Dampak buruk.

Senin, 23 November 2020 19:22 WIB 23 November 2020, 19:22 WIB

INDOZONE.ID - Sarapan memberikan banyak manfaat untuk si kecil sebelum beraktivitas. Di masa pandemi, sarapan sangat penting untuk si kecil sebelum memulai belajar online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sayangnya, masih banyak orangtua yang belum menerapkan wajib sarapan pada anak-anaknya sebelum berangkat sekolah atau belajar.

"Ada 25% yang sarapan, tapi bentuknya minuman. Ada 25% yang sarapan tapi tidak lengkap. Inilah yang harus dipahami oleh orangtua bahwa sarapan ini wajib, tapi lebih wajib lagi dilengkapi. Nggak sekadar sarapan, tapi bagaimana sarapan ini bisa memenuhi seluruh kebutuhan gizi yang dibutuhkan anak saat sekolah," kata Ahli Gizi, dr. Rita Ramayulis DCN, M. Kes dalam sebuah webinar baru-baru ini.

Menurut dr. Rita, ada beberapa akibat jika anak sering melewatkan sarapan sebelum beraktivitas atau belajar. Pertama, glukosa darah anak akan turun sehingga memengaruhi konsentrasinya saat menyerap pelajaran.

Ini Akibatnya Jika Anak Dibiarkan Belajar Tanpa Sarapan
Ilustrasi anak sarapan. (Pexels/Elly Fairytale)

"Bagaimana dia bisa berpikir kalau kadar glukosa darahnya rendah. Dan anak tidur lebih dari lima jam, dan anak saat tidur pun pembentukan hormon pertumbuhannya sangat tinggi. Ternyata untuk pembangunan hormon itu dibutuhkan zat gizi yang lengkap, dibutuhkan energi dan sebagainya. Jadi bisa dipastikan anak bangun tidur dihadapkan pada situasi di mana zat gizi banyak terpakai oleh tubuhnya," jelas dr. Rita.

BACA JUGA: Belajar Online Bikin Anak Susah Fokus, Orangtua Perlu Perhatikan Jenis Sarapannya

Kemudian, ketika anak-anak melewatkan sarapan, mereka harus bekerja ekstra untuk mengikuti pembelajaran. Hal ini disebabkan karena kurangnya asupan ke otak sehingga dia lebih lambat mencerna pelajaran.

"Anak tidak bisa belajar optimal. Jadi harapan kita anak itu untuk belajar sebaik mungkin itu nggak tercapai. Jadi kita hilang kesempatan. Sesungguhnya kalau anak ini sarapan mungkin yang sebelumnya prestasinya rata-rata, dia bisa top. Tapi kita pikir biasa aja, nah ini yang harus dihilangkan orangtua. Kita bisa mengoptimalkan belajar anak dengan sarapan. Jadi ini jangan dilewatkan," kata dr. Rita.

Selain itu, sering tidak sarapan juga membuat kesehatan fisik anak terpengaruh. Anemia menjadi salah satu dampak yang akan dirasakan anak jika melewatkan sarapan.

"Banyak anak yang tidak sarapan kemudian menjadi anemia. Kekurangan zat besi di dalam darahnya, dan itu berdampak pada kehidupan mendatangnya, menjadi tidak produktif. Juga berpengaruh pada status gizi makronya, jadi dia terlihat lebih kurus atau malah dia menjadi lebih gemuk," tutup dr. Rita.



Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Utami Evi Riyani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US