The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Vaksinasi Booster Kedua untuk Nakes Dimulai, Padahal Booster Pertama Sepi Peminat
Petugas menunjukkan vaksin COVID-19 dosis ketiga atau booster di Kantor Dinas Kesehatan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/rwa).
Health

Vaksinasi Booster Kedua untuk Nakes Dimulai, Padahal Booster Pertama Sepi Peminat

Kata anggota DPR.

Sabtu, 30 Juli 2022 16:49 WIB 30 Juli 2022, 16:49 WIB

INDOZONE.ID - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menyatakan bila dirinya sangat mendukung kebijakan vaksin booster kedua atau dosis keempat bagi para tenaga kesehatan (nakes). Hanya saja, langkah tersebut dia bilang harus dibarengi dengan capaian booster pertama bagi masyarakat.

“Kita mendukung booster kedua untuk para Tenaga Kesehatan (nakes), apalagi booster kedua ini kan rekomendasi dari WHO.  Tapi saya ingatkan, capaian boster pertama bagi masyarakat yang masih rendah justru yang harus menjadi prioritas,” kata Rahmad Handoyo kepada Indozone di Jakarta, Sabtu (30/7/2022).

Ia mengatakan, capaian vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua, per Juni 2022 lalu pun belum mencapai target yang dipatok Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 70 persen. Bahkan dia bilang jika capaian booster pertama bagi masyarakat  juga masih rendah.  

“Penyuntikan booster kedua atau vaksin keempat ini memang baik tapi sekali lagi, ini bukan prioritas utama. Justru capaian booster pertama bagi masyarakat yang harus ditingkatkan dan dikejar,” tuturnya.

Meskipun menaganggap booster kedua bukan prioritas, Rahmad tetap mendorong vaksin keempat ini diberlakukan untuk kalangan tertentu, para nakes dan orang-orang yang beresiko tinggi , semisal para lansia, khususnya yang memiliki komorbid.

“Booster kedua tetap kita dukung dan dorong agar selain nakes, juga menyasar orang  yang beresiko tinggi seperti  lansia maupun yg punya komorbid juga.  Nah, selanjutnya  perlu juga dipikirkan boster kedua untuk masyarakat umum,”katanya.

Kurang Antusias

Di sisi lain, Politikus PDIP ini berkata saat ini masyarakat sudah mulai kurang antuisias untuk vaksin.  Padahal, kata Rahmad,  Covid-19 masih ada dan masih beresiko, terbukti baru-baru ini ada dua dokter yang meninggal dunia akibat pandemi Covid yang berkembang dengan varian yang ada sekarang.

Kemudian, di tengah menurunnya semangat  untuk vaksin, sangat tepat jika persyaratan booster pada mode transportasi tempat perkantoran dan  fasilitas umum diberlakukan.

“Saya kira langkah yang tepat jika persayaratan booster diberlakukan ke tempat umum. Kebijakan seperti ini akan kembali  meningkatkan kesadaran masyarakat untuk booster," tutupnya.

Artikel Menarik Lainnya:


 

TAG
M Fadli
Harits Tryan Akhmad
JOIN US
JOIN US