The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Penyintas Covid-19 Masih Bisa Terkena Virus Corona Kembali, Ini Penyebabnya Kata Dokter
Ilustrasi COVID-19 (ANTARA/Istimewa)
Health

Penyintas Covid-19 Masih Bisa Terkena Virus Corona Kembali, Ini Penyebabnya Kata Dokter

Kamis, 22 Juli 2021 10:59 WIB 22 Juli 2021, 10:59 WIB

INDOZONE.ID - Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, dr. Syahril Mansyur Sp.P ungkap sejumlah faktor yang menyebabkan penyintas COVID-19 masih bisa terpapar virus lagi, salah satunya adalah memiliki kontak erat dengan mereka yang terinfeksi.

"Penyintas bisa kena lagi, atau reinfeksi, apabila dia bertemu lagi dengan kontak erat atau pergi ke zona merah," ungkap dr. Syahril melalui seminar daring, Rabu (21/07/2021) dikutip dari Antara.

Tak hanya menyerang penyintas, virus juga bisa menyerang masyarakat yang telah melakukan vaksinasi, tak terkecuali mereka yang sudah diberikan dua dosis vaksin sekali pun.

Ia menegaskan jika vaksin tidak 100 persen membuat tubuh kebal sepenuhnya dari paparan COVID-19. Vaksinasi akan menjadi efektif jika masyarakat sudah 70-80 persen divaksin, dan kedisiplinan masyarakat menjalani protokol kesehatan.

"Untuk mereka yang sudah divaksin, antibodi yang timbul mungkin tidak cukup untuk membunuh virus yang masuk. Apalagi orang yang sudah divaksin terus terpapar dengan mereka yang terinfeksi COVID. Apalagi dengan varian yang baru, karena mereka sudah bermutasi lebih canggih dan mengelabui kekebalan yang ada," pungkasnya.

Medical Senior Manager PT Kalbe Farma, dr. Esther Kristiningrum, menambahkan, bagi penyintas COVID-19 yang belum pernah mendapatkan vaksin, bisa mengikuti vaksinasi setidaknya tiga bulan setelah sembuh.

"Karena tujuan kita adalah bagaimana mencari herd immunity, maka sekarang yang diutamakan adalah mereka yang belum terkena COVID-19. Jika sudah pernah (terpapar virus corona), tubuh sudah membentuk antibodi terhadap COVID, dan seiring berjalannya waktu, antibodi menurun," ujar dr. Esther.

"Sebenarnya kalau sudah sembuh bisa saja (langsung divaksin). Namun, vaksin yang ada masih terbatas dan fokus ke herd immunity, sehingga diutamakan bagi yang belum terinfeksi COVID-19 karena belum ada kekebalan terkait COVID-19." tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

Zega
Silvia Marissa
Zega

Zega

Editor
JOIN US
JOIN US