The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sesak Napas pada Kanker Paru Beda dengan Asma, Kenali Perbedaannya
Ilustrasi foto paru-paru. (Pexels/Anna Shvets)
Health

Sesak Napas pada Kanker Paru Beda dengan Asma, Kenali Perbedaannya

Ini bedanya.

Selasa, 24 November 2020 17:35 WIB 24 November 2020, 17:35 WIB

INDOZONE.ID - Kanker paru menjadi kanker paling mematikan di Indonesia yang merenggut nyawa 26.095 pada tahun 2018. Dari hasil penelitian, 80-90% kematian akibat kanker paru di dunia disebabkan oleh asap rokok.

Ketua Pokja Kanker Paru Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Prof. dr. Elisna Syahruddin, PhD, Sp.P(K) mengatakan di dalam asap rokok terdapat kandungan berbagai zat karsinogen yang kemudian mengotori udara.

"Udara dengan zat polusi itu tersebar di lingkungan. Akibatnya, orang yang tidak merokok berpotensi menghirup zat-zat karsinogen itu dan dapat menimbulkan berbagai penyakit paru, salah satunya kanker paru," kata Prof. Elisna dalam webinar "Akses Pengobatan Kanker Paru: Tantangan dan Harapan" baru-baru ini.

Ia juga menyebut gejala kanker paru sulit dibedakan dengan gejala berbagai penyakit paru lainnya. Beberapa gejala kanker paru di antaranya sesak napas, batuk dalam jangka waktu lama, batuk darah, hingga nyeri dada.

Namun, menurut Prof. Elisna, sesak napas gejala kanker paru berbeda dengan sesak napas karena asma.

"Sesak napas biasanya timbul karena ada penyumbatan dalam saluran napas atau dia sesak napas karena ada cairan. Biasanya tidak disertai suara mengi seperti pada asma," jelasnya.

Kemudian, nyeri yang terasa di dada juga berbeda dengan nyeri pada jantung. Rasa nyeri muncul bukan pada bagian dada kiri di mana jantung berada.

BACA JUGA: 71 Orang Meninggal Akibat Kanker Paru Setiap Hari, Laki-laki Lebih Mudah Terserang

Selain itu, kanker paru bisa juga diikuti dengan gejala lain, seperti berat badan menurun hingga demam yang tidak terlalu tinggi namun tidak dapat diatasi dengan obat penurun panas.

"Karena gejala tidak khas, maka sering terabaikan sehingga kanker tersebut telah berada pada stadium lanjut," jelas Prof. Elisna.

Ia melanjutkan, orang yang berpotensi terkena penyakit paru bukan hanya perokok aktif, namun juga perokok pasif. Terkadang, kanker paru yang terjadi merupakan kanker paru sekunder, yaitu kanker dari organ tubuh lain yang menyebar ke paru.

"Biasanya kanker yang sering menyebar ke paru dari organ-organ tertentu seperti kanker payudara, ovarium, serviks, tulang, usus besar, prostat, dan testis," pungkasnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Utami Evi Riyani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US