Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kelebihan Vitamin?
Ilustrasi vitamin (HEALTHLINE)
Health

Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kelebihan Vitamin?

Ini dampaknya

Rabu, 19 Februari 2020 21:45 WIB 19 Februari 2020, 21:45 WIB

INDOZONE.ID - Tubuh memerlukan vitamin untuk pembentukan sel, mulai dari sel imun, sel darah, hingga antioksidan. Vitamin sebenarnya bisa didapatkan dari makanan apabila nutrisinya seimbang. Namun ada orang-orang yang tidak memiliki pola makan dengan gizi seimbang sehingga kekurangan vitamin.

Beruntung ada cara untuk mengatasi kekurangan vitamin yakni konsumsi suplemen multivitamin. Suplemen ini dapat ditemukan dengan mudah di toko obat. Namun ada aturan dalam konsumsi suplemen multivitamin yakni tidak perlu dikonsumsi seumur hidup.

Menurut Ketua Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI, konsumsi suplemen multivitamin harus sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan. Sebab apabila berlebihan dapat menyebabkan hypervitaminosis yang berdampak pada keracunan.

Ilustrasi minum vitamin
Ilustrasi minum vitamin (Inhealth)

"Segala sesuatu yang berlebihan itu akan mengakibatkan hal tidak baik. Konsumsi multivitamin berlebihan biasanya ada toxic atau keracunan. Misalnya kelebihan vitamin A bisa membuat kondisi tubuh enggak enak," kata Prof Iris saat ditemui dalam suatu acara, Rabu (19/2/2020) di Jakarta.

Sekadar informasi, vitamin yang bisa berlebih dalam tubuh adalah vitamin A, D, E, dan K. Sedangkan vitamin lainnya apabila berlebih akan dikeluarkan oleh tubuh lewat ekskresi.

Dijelaskan oleh Prof Iris, kasus kelebihan vitamin sebenarnya hingga saat ini jarang terjadi. Sebab dosis yang ada pada suplemen multivitamin terbilang kecil dan sudah diatur.

"Selain itu, aktivitas yang tinggi membutuhkan antioksidan dan vitamin. Jadinya kalau masuk kepakai lagi, kepakai lagi vitaminnya. Kalau memang tidak yakin kebutuhan vitamin terpenuhi dari makanan, enggak ada salahnya sesekali konsumsi suplemen multivitamin sedikit karena sangat penting untuk pembentukan sistem tubuh," tandas Prof Iris.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU