The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengenal Pagpag, Makanan dari Tempat Sampah untuk Komunitas Miskin Filipina
Ilustrasi semangkuk pagpag. (SCMP Pictures)
Food

Mengenal Pagpag, Makanan dari Tempat Sampah untuk Komunitas Miskin Filipina

Minggu, 22 November 2020 11:04 WIB 22 November 2020, 11:04 WIB

INDOZONE.ID - Siapa sangka makanan sisa atau yang kita anggap sampah diolah kembali menjadi hidangan baru di Filipina

Pagpag adalah istilah yang diberikan pada makanan dari sampah atau makanan-makanan sisa dari tempat pembuangan yang dicuci, dimasak kembali dan dijual pada komunitas miskin di Filipina. 

Komunitas-komunitas miskin ini berada pada posisi paling bawah yang terkadang tak bisa untuk membeli satu makanan pun. Di sinilah pagpag menjadi makanan pokok sehari-hari mereka.

Pagpah juga telah menjadi bisnis menguntungkan karena terkadang pemilik restoran pagpag membeli daging dari pengumpul pagpag, yang tentu berupa daging sisa dari sampah atau tempat pembuangan. 

Seorang wanita menunjukkan pagpag.
Seorang wanita menunjukkan pagpag. (scmp.com)

Baca Juga: Pancake Darah, Makanan Favorit Musim Dingin di Skandinavia

Sekantong pagpag harganya sekitar 20 hingga 30 Peso Filipina atau setara dengan Rp.5.881 hingga Rp. 8.822. 

Pengumpul pagpag bekerja siang dan malam untuk mengumpulkan sisa makanan dari tempat pembuangan sampah. 

Mereka kemudian mencucinya, membuang semua kotoran dari daging, membuang tulang dan bagian yang tak diinginkan lainnya, lalu mengemasnya ke dalam kantong plastik untuk dijual pada calon klien mereka. 

Seperti seorang juru masak di sebuah restoran di Tondo, Manila menyiapkan pagpag dalam masakan tradisional Filipina, seperti 'pagpag à la kaldereta' atau adobo, dengan campuran sisa ayam dari Jollibee dan KFC sebagai bahan utamanya.

Tak hanya daging makanan pagpag juga dapat berupa ikan, hingga sayuran beku kadaluwarsa yang dibuang oleh supermarket. 

Pagpag juga dapat dimakan segera setelah ditemukan di tempat sampah atau dimasak dengan berbagai cara setelah dikumpulkan.

Komisi Nasional Anti-Kemiskinan Filipina telah memperingatkan agar tidak memakan pagpag karena ancaman malnutrisi dan berbagai penyakit. 

Namun apa daya, pagpag telah menjadi bagian penting untuk bertahan hidup di daerah kumuh Filipina seperti di kawasan Payatas. 

Artikel Menarin Lainnya:


TAG
Reka
Reka

Reka

Writer
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US