The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

WHO: Anak Muda Terpikat Kecanduan Tembakau Karena dari Rokok Elektrik!
Rokok elektrik. (photo/Ilustrasi/Pexels/Ruslan Alekso)
Fakta Dan Mitos

WHO: Anak Muda Terpikat Kecanduan Tembakau Karena dari Rokok Elektrik!

Rabu, 28 Juli 2021 14:12 WIB 28 Juli 2021, 14:12 WIB

INDOZONE.ID - Pemasaran ramping industri tembakau telah menarik anak muda ke rokok elektrik yang bisa menyebabkan kecanduan tembakau, meskipun terdapat beberapa klaim oleh beberapa eksekutif bahwa mereka bertujuan untuk memecahkan epidemi merokok, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sendiri mengatakan pada 27 Juli 2021. 

Lebih dari 8 juta orang meninggal setiap tahunnya karena pemakaian tembakau dan paparan asap tembakau, menjadikan kebiasaan itu sebagai penyebab utama penyakit yang dapat dicegah. Ini diungkapkan oleh WHO dalam sebuah laporan yang menyerukan regulasi yang lebih besar dari perangkat bebas asap rokok yang mengandung nikotin. 

Dalam wawancara akhir pekan dengan surat kabar Britain's Mail on Sunday, CEO Philip Morris International yaitu Jacek Olzak, mengatakan dia ingin kelompok tembakau dapat berhenti merokok. Ditanya mengenai klaim itu, Ruediger Krech selaku Direktur Departemen Promosi Kesehatan WHO memberikan komentarnya. 

"Saya tidak percaya ... bahwa tiba-tiba Anda berubah dari menjadi masalah nyata menjadi bagian dari solusi. ." ungkapnya. 

"Meskipun buktinya belum sepenuhnya meyakinkan tentang masalah rokok elektrik, kami tahu bahwa rokok elektrik juga berbahaya." jelasnya. 

"Itu membutuhkan regulasi yang persis sama dengan rokok," tambahnya.

Perusahaan tembakau mempromosikan rokok elektrik melalui desain produk yang ramping, pengaruh media sosial dan rasa. Ini diungkapkan Kelly Henning dari Bloomberg Philanthropies, yang mendanai laporan itu. 

"Kami tahu rokok elektrik sangat menarik bagi anak-anak dan tujuan industri ini adalah membuat generasi pengguna baru kecanduan produk ini," jelasnya. 

"Satu dari 5 anak SMA saat ini menggunakan rokok elektrik, yaitu 3,6 juta anak," tambahnya, merujuk pada remaja di Amerika Serikat. 

"Masih ada masalah yang sangat besar di sini." tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US