The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Laguna di Argentina Berubah Warna Jadi Pink Mencolok, Disebabkan Karena Polusi Bahan Kimia
Tampilan laguna di Argentina yang berubah warna menjadi pink. (photo/Daniel Feldman/AFP via Science Alert)
Fakta Dan Mitos

Laguna di Argentina Berubah Warna Jadi Pink Mencolok, Disebabkan Karena Polusi Bahan Kimia

Selasa, 27 Juli 2021 13:49 WIB 27 Juli 2021, 13:49 WIB

INDOZONE.ID - Sebuah laguna yang berada di wilayah Patagonia selatan pada Argentina dilaporkan telah berubah warna menjadi pink dalam warna yang mencolok, tetapi para ahli serta aktivis fenomena yang menakutkan malah menyalahkan polusi oleh bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan udang untuk ekspor. 

Warna itu disebabkan oleh kandungan natrium sulfit, produk anti-bakteri yang digunakan di pabrik ikan, yang limbahnya disalahkan karena mencemari sungai Chubut yang memberikan makan laguna Corfo dan sumber air lainnya di wilayah itu. Warga telah lama keluhkan bau busuk dan masalah lingkungan lainnya di sekitar sungai dan laguna. 

"Mereka yang seharusnya memegang kendali adalah mereka yang memberi wewenang untuk meracuni orang," ungkap aktivis lingkungan Pablo Lada kepada AFP dengan salahkan pemerintah atas kekacauan itu.

Laguna yang berubah warna menjadi pink pada minggu lalu dan tetap berwarna tidak normal pada Minggu. Insinyur lingkungan dan ahli virologi Federico Restrepo mengatakan pewarnaan itu disebabkan oleh natriumk sulfit dalam limbah ikan, yang secara hukum harus diolah sebelum dibuang. Laguna yang tidak dipakai untuk rekreasi ini, menerima limpasan dari kawasan industri Trelew dan telah berubah warna menjadi fuchsia sebelumnya. 

"Warna kemerahan tidak menyebabkan kerusakan dan akan hilang dalam beberapa hari," kata kepala kontrol lingkungan untuk provinsi Chubut, Juan Micheloud, kepada AFP pekan lalu.

"Pengolahan ikan menghasilkan pekerjaan... itu benar. Tapi ini adalah perusahaan keuntungan jutaan dolar yang tidak mau membayar ongkos kirim untuk membawa limbah ke pabrik pengolahan yang sudah ada di Puerto Madryn, 35 mil jauhnya, atau membangun tanaman lebih dekat," ungkap Lada.

Artikel Menarik Lainnya:

Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US