The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Arkeolog Berhasil Menemukan Guci Keramik Berisi Zamrud Hingga Emas di Bogota, Kolombia!
Penemuan guci keramik di Bogota, Kolombia. (photo/Dok. Francisco Correa)
Fakta Dan Mitos

Arkeolog Berhasil Menemukan Guci Keramik Berisi Zamrud Hingga Emas di Bogota, Kolombia!

Jumat, 24 September 2021 14:50 WIB 24 September 2021, 14:50 WIB

INDOZONE.ID - Telah ditemukan 8 guci keramik yang berisi zamrud, emas, dan perak yang ditemukan di dalam sebuah kuil dan kuburan yang berada berdekatan di Kolombia. Para arkeolog dilaporkan temukan benda-benda logam dan permata itu berada dekat Bogota, ibu kota Kolombia. 

Para arkeolog telah meyakini orang-orang Muiska kuno yang juga disebut Chibcha telah membuat guci-guci yang disebut "ofrendatarios" itu sekitar 600 tahun yang lalu. Orang-orang Muiska yang peradabannya berkembang di wilayah itu, terkenal dengan keterampilan kerajinan logam mereka. Karya-karya mereka itu telah mengilhami cerita legenda El Dorado. 

Pada tahun 1537 dan 1540, Spanyol dilaporkan menaklukkan wilayah itu. Banyak orang Muiska yang tewas akibat pertempuran ataupun karena penyakit selama periode itu. Meski hancur karena perang dan penyakit, orang-orang Muiska tetap bertahan dan ribuan keturunan mereka masih hidup hingga hari ini. 

Para arkeolog sendiri menemukan kuil dan kuburan itu di sisa-sisa kota kuno Muiska yang berada di dekat Bogota. Sebuah tim yang dipimpin arkeolog Franciscso Correa, salah seorang arkeolog yang melakukan penggalian sebelum pekerjaan konstruksi, berhasil menemukan ofrendatarios atau guci-guci keramik itu selama penggalian yang dilakukan sebelum pembangunan jalan di daerah tersebut.

Dalam kuil itu juga ditemukan beberapa patung yang terlihat seperti ular dan binatang lain, sementara yang lain lebih mirip orang dengan hiasan kepala, tongkat, dan senjata. Kuil di mana ofrendatarios itu ditemukan mungkin berhubungan dengan pemujaan leluhur. Melihat hal itu, Francisco Correa pun memberikan pernyataannya. 

"Sangat sulit untuk dibangun, saya pikir ada semacam pemujaan terhadap leluhur," ungkapnya, melansir Live Science.

Sekadar informasi, Correa pun bekerja dengan Museo Del Oro dan Departemen Teknik Industri Xavierian University untuk melakukan penggalian di situs itu. Dia juga mendapatkan bantuan dari Artec 3D, yang menyediakan alat pemindai Artec Eva yang dipakainya untuk membuat pemindaian 3D pada artefak-artefak yang ada di situs itu.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US