The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Penjelajah Perseverance Miliki NASA tengah Kumpulkan Sampel Batu Mars Usai 5 Bulan di Mars
Tampilan batu penemuan Perseverance di Mars. (photo/Dok. NASA/JPL-Caltech)
Fakta Dan Mitos

Penjelajah Perseverance Miliki NASA tengah Kumpulkan Sampel Batu Mars Usai 5 Bulan di Mars

Jumat, 23 Juli 2021 15:40 WIB 23 Juli 2021, 15:40 WIB

INDOZONE.ID - Setelah sekitar lima bulan menetap di rumah barunya di Planet Mars, penjelajah Perseverance NASA akan mengumpulkan sampel batuan Mars pertama di salah satu proyek sains jarak jauh paling rumit yang pernah dilakukan, menurut pernyataan NASA. 

Selama dua minggu ke depan, Perseverance atau Percy seperti yang kadang-kadnag disebut sebagai bajak seukuran badak yang mendarat di Mars pada 18 Februari, diperkirakan akan menemukan sepasang batu kuno yang identik di lantai berdebu Kawah Jezero, kemudian melakukan percobaan in-situ pada salah satu dari mereka sebelum mengumpulkan sampel inti yang lain. 

Sampel kedua ini akan disimpan di atas Perseverance dalam wadah tertutup rapat sampai misi masa depan dapat kembalikan batu Mars dengan aman ke Bumi, ungkap NASA. Berbatuan di dekat posisi Perseverance saat ini, diperkirakan mengandung beberapa lapisan batuan dasar terdalam dan paling kuno di Kawah Jezero. 

Studi NASA yang akan datang mengenai batuan di kawasan itu dapat mengungkapkan petunjuk berharga mengenai masa lalu geologis kawah kuno, ungkap para peneliti. Melihat hal itu, Thomas Zurbuchen, associate administrator for science di NASA Headquarters dalam pernyataannya. 

"Ketika Neil Armstrong mengambil sampel pertama dari Sea of Tranquility 52 tahun lalu, dia memulai proses yang akan menulis ulang apa yang diketahui manusia tentang bulan," ungkap Thomas Zurbuchen. 

"Saya memiliki setiap harapan bahwa sampel pertama Perseverance dari Kawah Jezero, dan yang datang setelahnya, akan melakukan hal yang sama untuk Mars." lanjutnya. 

Proyek pengambilan sampel yang akan datang akan memakan waktu sekitar 11 hari untuk diselesaikan, ungkap NASA. Ini karena Perseverance akan menerima semua instruksinya dari jarak jauh dari jutaan mil jauhnya. Setelah para peneliti temukan sepasang batu yang tampak seperti "kembar geologis", mereka pun akan memulai proses pengambilan sampel dua bagian yang dimulai dengan melakukan pembersihan ringan. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US