The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

20 Kuda Mati Kelaparan di Bangladesh, Karena Pemilik Boncos
Ilustrasi orang berkuda. (photo/Ilustrasi/Pexels/Pixabay)
Travel

20 Kuda Mati Kelaparan di Bangladesh, Karena Pemilik Boncos

Senin, 31 Mei 2021 13:51 WIB 31 Mei 2021, 13:51 WIB

INDOZONE.ID - Lebih dari 20 kuda mati dikarenakan kelaparan hanya dalam tempo satu bulan di destinasi wisata paling populer di Bangladesh. Kuda itu kelaparan dikarenakan pemilik boncos akibat pandemi COVID-19. Negara Asia Selatan dengan jumlah penduduk 168 juta orang itu tengah berjuang melawan gelombang COVID-19. 

Untuk memutus rantai penularan COVID-19, Bangladesh terapkan lockdown kembali. Ketika lockdown, tidak ada turis yang datang, termasuk pergi ke pantai Cox's Bazar, yang adalah salah satu pantai terpanjang di dunia dan paling populer di Bangladesh. Kuda itu yang biasanya mengantar turis pun dilaporkan masuk kandang. Melihat hal itu, juru bicara Asosiasi Pemilik Kuda Cox's Bazar yaitu Farida Begum memberikan komentarnya.

"Begitu virus Corona menyerang, jumlah turis turun tajam," kata Farida Begum, mengutip AFP.

"Kami berjuang untuk memenuhi kebutuhan. Bagaimana kami bisa memberi makan kuda?" lanjutnya. 

Ini menjadi periode kedua para pemilik kuda wisata di pantai telah kehilangan turis. Turis sempat kembali ke kawasan itu dari bulan Desember hingga Februari ketika jumlah kasus infeksi COVID-19 melambat, tetapi kunjungan mengering ketika lockdown kembali diterapkan pada 14 April lalu. 

Sejak pertengahan April, setidaknya 21 dari 90 kuda wisata di pantai itu mati selama sebulan terakhir. Kuda-kuda lain yang masih hidup kondisinya tidak baik-baik saja, bahkan ada yang kurus kering. Selama Bangladesh lockdown tahun lalu, 41 kuda, termasuk milik delapan milik Begum dilaporkan mati.

Pemilik kuda telah berjuang untuk memberikan makan keluarga mereka sendiri. Misalnya, mengambil pinjaman dari pemberi pinjaman mikro. Tetapi, itu bukan menjadi solusi yang pas. 

"Pejabat pemberi pinjaman mikro datang ke rumah saya setiap pekan dan mendesak saya untuk membayar kembali pinjaman tersebut dengan mencicil. Tetapi, kalau tidak ada turis masuk di pantai Cox's Bazar, saya tidak dapat membayar pinjaman itu," kata Begum.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US