The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Migrasi Siaran TV Analog ke Digital di Jabodetabek Ditunda Jadi 2 November 2022
Ilustrasi remote TV. (Freepik)
Tech

Migrasi Siaran TV Analog ke Digital di Jabodetabek Ditunda Jadi 2 November 2022

Migrasi Siaran TV Analog ke Digital di Jabodetabek Ditunda

Rabu, 05 Oktober 2022 20:36 WIB 05 Oktober 2022, 20:36 WIB

INDOZONE.ID - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menunda penerapan analog switch off (ASO) di wilayah Jabodetabek. Migrasi siaran TV analog ke digital yang seharunya dilakukan pada hari ini 5 Oktober 2022, diundur menjadi 2 November 2022.

Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail menjelaskan penundaan tersebut berdasarkan  permintaan dari Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI).

“Atas permintaan tersebut maka ASO Jabodetabek ditunda dan akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 2 November 2022 pukul 24.00 Waktu Indonesia Barat,” kata Ismail, melalui keterangan tertulis, Rabu, (5/10/2022).

Baca Juga: Kominfo: Masyarakat yang di Pelosok akan Bisa Cicipi Jaringan 4G

Ismail mengatakan, ATVSI dan Lembaga Penyelenggara Siaran (LPS) bersedia dan komitmen untuk melaksanakan seluruh langkah-langkah persiapan teknis ASO pada 2 November 2022.

Dia menuturkan, komitmen itu diwujudkan melalui sosialisasi yang masif, serta pendistribusian set top box (STB) bagi rakyat miskin.

“Dan instalasi pada perangkat TV masyarakat yang berhak untuk mendapatkan STB dimaksud,” jelas Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menerangkan, migrasi siaran televisi analog ke digital akan dilakukan di 112 wilayah siaran yang meliputi 341 daerah administratif kabupaten kota di seluruh Indonesia.

“Saat ini 90 wilayah siaran wilayah layanan sudah disiapkan infrastruktur multiplexing sehingga masyarakat setempat sudah bisa beralih ke siaran televisi digital,” ungkapnya.

Baca Juga: Dear Presiden Jokowi! Harap Bentuk Komisi PDP yang Independen Macam KPK

Kemudian, lanjut Ismail, lembaga penyiaran yang sudah melakukan migrasi ke siaran digital atau summulcase, yakni 556 lembaga TV dan 600 dari 693 pemegang izin siaran analog.

“Untuk 22 wilayah daerah yang belum mendapat siaran digital saat ini sedang dilakukan pembangunan multipleksing oleh LPP TVRI, yang dibiayai oleh dana APBN dan diharapkan selesai tepat waktu,” tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Rachmat Fahzry
Asep Bidin Rosidin

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US