The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

BI: Inflasi Mei Rendah, Ini Beberapa Penyebabnya
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (INDOZONE/Sigit Nugroho)
News

BI: Inflasi Mei Rendah, Ini Beberapa Penyebabnya

Permintaan menurun.

Kamis, 28 Mei 2020 16:33 WIB 28 Mei 2020, 16:33 WIB

INDOZONE.ID - Bank Indonesia (BI) melaporkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada 46 kantor cabang BI di Indonesia, tingkat inflasi bulan Mei 2020 atau bertepatan dengan bulan Ramadan dan juga Idul Fitri, dalam nilai yang cukup rendah.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, berdasarkan hasil survei, diketahui stabilitas harga di 46 lokasi survei tercatat stabil dan nyaris tidak ada gejolak harga sama sekali.

"Kami melakukan survei pemantauan harga pada minggu ke-4 bulan Mei 2020. Berdasarkan itu, kami perkirakan di Mei inflasi sangat rendah yaitu 0.09% secara bulanan (Month to month/MTM) dan 2.21% secara tahunan (year on year/yoy). Ini berarti memang inflasi Ramadan ini sangat rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya di 2019, pas Ramadan 0.68% dan setelah 0.55%. Jadi memang inflasi kita sangat rendah," ujar Perry dalam video conference, Kamis (28/5/2020).

Perry mengungkap, setidaknya ada empat faktor yang membuat inflasi Mei relatif rendah. Faktor-faktor itu antara lain, pertama, terkait dengan masa Covid-19. Menurutnya, dampak dari Covid-19 tentu menurunkan permintaan masyarakat atas barang jasa.

"Sebelumnya bulan Ramadan belanja banyak dan lain-lain, namun tahun ini permintaan rendah, itu terlihat dari berbagai kegiatan ekonomi, termasuk pendapatan masyarakat yang berkurang selama Covid-19," jelasnya.

Faktor kedua, lanjut Perry, berkaitan dengan rendahnya harga komoditas global. Hal ini menurutnya berpengaruh ke barang-barang yang diimpor.

"Ketiga stabilitas nilai tukar juga terpelihara. Rupiah cenderung stabil di bawah Rp15.000/US$," ungkapnya.

Kemudian faktor keempat atau terakhir, yaitu terjaganya ekspektasi inflasi. Hal ini menunjukkan koordinasi pemerintah dan BI berjalan baik, sehingga harga barang-barang terkendali, pasokan barang terjaga, terkendalinya inflasi sebagaimana amanat UU.

"Inflasi tahun ini Insya Allah 2-4%, dengan inflasi rendah di Ramadan, mudah-mudahan tahun ini inflasi tetap terjaga di kisaran sasaran," pungkasnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Utami Evi Riyani
Sigit Nugroho

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US