The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ketua MUI Cholil Nafis: Haram Mengamini Doa Orang Beda Agama
Cholil Nafis. (Istimewa)
News

Ketua MUI Cholil Nafis: Haram Mengamini Doa Orang Beda Agama

Jumat, 09 April 2021 10:17 WIB 09 April 2021, 10:17 WIB

INDOZONE.ID - Usul Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang meminta agar doa semua agama dibacakan di acara-acara Kementerian Agama (Kemenag) menuai beragam reaksi dari publik.

Ada yang mengapresiasi saran Yaqut, namun ada pula yang mengkritiknya, termasuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis. Melalui akun Twitter-nya, Cholil Nafis mengingatkan fatwa MUI soal doa bersama.

Cholil menyebut bahwa yang haram adalah mengamini doa orang beda agama. Namun, jika berdoa sesuai dengan ajaran agama masing-masing masih sah-sah saja.

"Yang haram mengamini doa orang beda agama, tapi klo doa masing2 sesuai agamanya ya mubah (boleh/dianjurkan) aja," tulis Cholil Nafis melalui akun Twitter-nya, Kamis (8/4/2021).

Cholil melampirkan Fatwa MUI tentang doa bersama. Di dalam Fatwa tersebut dijelaskan beberapa ketentuan mengenai hal mana yang diharamkan, bid'ah dan mubah.

Baca juga: Disinggung Soal Doa Lintas Agama Saat Rapat Bareng DPR, Menag Yaqut: Disuruh Doa Kok Ribut

Doa bersama dalam bentuk seorang tokoh Islam memimpin doa hukumnya Mubah. Sementara itu, doa bersama dalam bentuk seorang non Muslim memimpin doa maka bagi orang Islam hukumnya haram mengikuti dan mengamininya.

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas meminta agar dalam kegiatan Kemenag, tidak hanya diawali dengan doa ayat suci Al-Quran. Yaqut ingin semua agama yang diakui di Indonesia diberikan kesempatan yang sama membacakan doa sesuai agamanya, dalam kegiatan Kemenag.

"Pagi hari ini saya senang rakernas dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an ini memberikan pencerahan sekaligus penyegaran untuk kita semua, tapi akan lebih indah lagi jika doanya semua agama diberikan kesempatan untuk memulai doa," kata Yaqut dalam Rakernas Kemenag 2021, dikutip Selasa (6/4/2021).

Yaqut menilai Kementerian Agama tidak hanya berasal dari agama Islam saja, namun juga berasal dari beberapa agama lain.

"Jadi jangan ini kesannya kita ini sedang rapat ormas Kementerian Agama, ormas Islam Kementerian Agama, tidak. Kita ini sedang melaksanakan rakernas Kementerian Agama yang di dalamnya bukan hanya urusan agama Islam saja," tegasnya.

Yaqut berharap autokritiknya ini bisa diterapkan oleh jajarannya di kemudian hari. Dia menambahkan bahwa semakin banyak yang berdoa justru semakin baik karena lebih mungkin terkabul.

"Jadi mungkin, mungkin lain waktu bisalah, itu kan lebih enak dilihat itu kalau semua agama yang menjadi urusan di kementerian ini sama-sama menyampaikan doanya, kalau semakin banyak yang berdoa semakin mudah atau semakin probabilitas untuk dikabulkan itu semakin tinggi,"

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor
JOIN US
JOIN US