The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Astaga! 800 Siswa dan Siswi Nekat Menikah Dini Kurun 2020, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi pernikahan dini (Antaranews)
News

Astaga! 800 Siswa dan Siswi Nekat Menikah Dini Kurun 2020, Apa Penyebabnya?

Rabu, 05 Mei 2021 22:42 WIB 05 Mei 2021, 22:42 WIB

INDOZONE.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 800 orang siswa dan siswi di daerah itu telah menikah di usia dini pada 2020.

"Totalnya ada 800 orang siswa kita yang menikah. Itu yang sudah melapor secara resmi, di luar itu kita tidak tahu," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H Aidy Furqan dilansir ANTARA, Rabu (5/5/2021).

Aidy mengatakan, 800 orang siswa yang menikah di usia dini itu didominasi oleh perempuan.

"Jadi mereka ini tersebar di sejumlah sekolah di NTB dan paling dominan itu siswa perempuan," ujarnya.

Aidy mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara pasti apa penyebab siswa-siswi tersebut memutuskan menikah dini dengan status masih pelajar. 

Namun, dia membantah bahwa penyebabnya lantaran kebijakan pembelajaran tatap muka yang ditunda selama akibat pandemi COVID-19.

"Kalau apa penyebabnya kita tidak bisa deteksi soal itu. Apakah ada hubungan dengan corona juga tidak, karena ini data 2020 sedangkan 2021 belum terdata," terang Aidy.

Menurutnya, meski para pelajar sudah menikah bahkan telah memiliki anak, pihaknya tidak akan melarang mereka melanjutkan sekolah. 

"Mereka yang menikah ini tidak langsung putus sekolah. Kami carikan solusi agar mereka tetap melanjutkan sekolahnya. Polanya itu kita carikan guru sebagai pengajar untuk tetap belajar di sekolah terbuka. Cuma karena sekolah terbuka jadi tidak pakai seragam," ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya juga sudah memberikan imbauan kepada para orang tua untuk tetap menjaga dan mengawasi putra dan putrinya. Sehingga bisa menekan angka pernikahan dini.

Aidy mengatakan, Pemprov NTB sudah memiliki Peraturan Daerah tentang Pencegahan Perkawinan Anak.

"Melihat perkembangan yang tinggi kita sudah melaksanakan dan mencari solusi untuk menekan persoalan ini, karena kalau menghambat berat. Salah satunya melalui penerapan Perda dan sejauh ini efektif. Masyarakat juga kita minta juga ikut menekan supaya pernikahan dini ini bisa dicegah," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US