The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Soal Viral Foto Komodo Hadang Truk, KLHK: Mereka Terbiasa Berinteraksi dengan Pengunjung
Foto viral komodo hadang truk di Pulau Rinca, TN Komodo, NTT. (Instagram/gregoriusafioma)
News

Soal Viral Foto Komodo Hadang Truk, KLHK: Mereka Terbiasa Berinteraksi dengan Pengunjung

Pembangunan di Pulau Rinca.

Rabu, 28 Oktober 2020 15:17 WIB 28 Oktober 2020, 15:17 WIB

INDOZONE.ID - Proses pembangunan sarana dan prasarana di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur masih menuai kontroversi. Hal ini berawal dari viralnya foto truk yang membawa tiang pancang berhadapan dengan komodo.

Menanggapi foto yang viral ini, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno mengatakan lokasi foto tersebut memang diambil di lintasan komodo.

"Yang viral foto kemarin, ada truk yang seolah-olah berhadap-hadapan dengan komodo, itu jalur komodo yang di situ. Oleh karena itu, protokol tetapnya untuk setiap hari dilakukan briefing, dipastikan tidak ada komodo yang melintas," kata Wiratno dalam webinar Penataan Sarpras di Loh Buaya Taman Nasional Komodo, Rabu (28/10/2020).

Ia mengatakan pihaknya memastikan lintasan komodo masih di tempat yang lama dan menghindarkan dari kecelakaan baik oleh pekerja maupun bagi komodo. Pulau Rinca sendiri merupakan pulau dengan populasi komodo terbesar setelah Pulau Komodo.

Pada 2018, populasi komodo di Loh Liang, Pulau Komodo ada 1.727 ekor. Sementara di Loh Buaya, Pulau Rinca populasinya sekitar 1.049. Dari angka tersebut, Wiratno mengatakan ada 15 ekor komodo di Pulau Rinca yang sudah terbiasa berinteraksi dengan pengunjung.

"15 ekor yang di Loh Buaya ini memang perilakunya tidak menghindar dari manusia. Ini karena dia terbiasa berinteraksi dengan pengunjung," ujarnya.

Ke depannya, Wiratno mengatakan para pengunjung yang datang ke Pulau Rinca tidak hanya bisa melihat komodo, tetapi juga bisa menikmati sejarah Pulau Komodo.

"Ke depan pengunjung kalau ke Rinca, ke Loh Buaya tidak hanya melihat komodo tapi juga bisa menikmati sejarah Pulau Komodo, sejarah pengakuan global, perilaku komodo di informatian center. Jadi ini menjadi terpusat di dalam satu bangunan selain ada pondok peneliti dan seterusnya," pungkas Wiratno.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Utami Evi Riyani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US