The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bukan Otomatis Mati Usai 5 Menit, Puan Maharani Akui Matikan Mik di Sidang RUU Ciptaker
Puan Maharani (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/Instagram/puanmaharaniri)
News

Bukan Otomatis Mati Usai 5 Menit, Puan Maharani Akui Matikan Mik di Sidang RUU Ciptaker

Jumat, 13 November 2020 11:20 WIB 13 November 2020, 11:20 WIB

INDOZONE.ID - Insiden mik mati saat rapat paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja, menjadi polemik kala itu. Publik protes kepada DPR RI dan menilai pimpinan sidang bersikap otoriter dan menodai demokrasi.

Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin mengklarifikasi bahwa pimpinan sidang DPR tidak mematikan mik, namun mik akan otomatis mati setelah 5 menit.

Aziz mengatakan hal tersebut telah diatur dalam Tata Tertib DPR. Namun, anggota DPR dari Partai Demokrat yang miknya dimatikan, Irwan Fecho membantah hal tersebut.

Dia mengatakan hanya berbicara dua menit, dan tiba-tiba mik dimatikan. Yang terbaru, Ketua DPR RI Puan Maharani akhirnya mengakui kalau dia memang mematikan mik saat sidang pengesahan RUU Cipta Kerja.

Menurut Puan, dia mematikan mic tersebut karena DPR punya aturan dalam persidangan, di mana pimpinan rapat berhak mengatur jalannya persidangan akan tertib dan lancar.

Baca juga: Foto Pelantikan Jadi Meme Puan Maharani Matikan Mic, Seluruh Anggota DPR Tunjuk Puan

Ketika seorang peserta sidang sudah selesai berbicara, maka seharusnya dia memberikan kesempatan kepada yang lain untuk menyampaikan pendapat juga.

"Jadi kalau satu orang itu sudah diberikan kesempatan untuk berbicara, harusnya tidak mengulangi lagi bicara, tetapi memberikan kesempatan kepada yang lain untuk berbicara," kata Puan dalam tayangan di kanal Boy William, Kamis (12/11/2020).

Kata Puan, mikrofon terpaksa dimatikan lantaran hanya satu mikrofon yang dapat menyala untuk berbicara.

"Kalau yang di floor ini (tempat duduk anggota) lagi bicara, yang di atas (tempat duduk pimpinan) itu gak bisa ngomong, otomatis mati.  Cuma satu yang bisa ngomong. Kebetulan, teknisnya itu, yang mengatur bisa atau tidaknya orang bicara atau di-mute atau tidak, itu hanya yang di depan, yang di tengah.

"Sementara yang kejadian yang heboh itu, yang mimpin sebenarnya yang sebelah kanan saya. Tapi saat yang bersangkutan mau bicara, dia tidak bisa bicara, karena yang di floor pencet mic terus," katanya.

Puan menjelaskan, waktu itu ia diminta oleh pimpinan rapat yang duduk di sebelah kanannya untuk mengatur jalannya persidangan.

"Supaya dia bisa bicara. Dia tanya, bisa gak dimatiin? Saya kemudian mematikan mic tersebut. Bukan disengaja, tapi untuk menjaga jalannya persidangan supaya berjalan baik dan lancar. Karena waktu itu sudah diberikan kesempatan untuk bicara, tapi masih ingin bicara lagi, bicara lagi," tambah Puan.

Puan menambahkan bahwa anggota dewan yang mikrofonnya dimatikan itu, sebenarnya sudah diberikan kesempatan untuk berbicara.

"Tapi ingin berbicara lagi, ingin berbicara lagi," tambahnya.

Artikel Menarik Lainnya:

Zega
Zega

Zega

Editor
JOIN US
JOIN US