Fakta Satu Keluarga Dibantai di Kebumen, 6 Orang Dibacok Pakai Parang, Pelaku Penjual Ayam

- Kamis, 18 Maret 2021 | 17:43 WIB
Warga heboh mengetahui pembacokan di lingkungan mereka di Kebumen. (ist)
Warga heboh mengetahui pembacokan di lingkungan mereka di Kebumen. (ist)

Pembacokan satu keluarga di Desa Argopeni, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Rabu sore (17/3/21), benar-benar menggemparkan publik.

Pelakunya adalah Heri Setiawan (55), yang tak lain adalah tetangga korban. Heri membacok 6 orang tetangganya dengan parang yang biasa digunakannya untuk berladang.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, Heri saat itu baru pulang dari memanen padi di sawahnya, bersama tetangganya bernama Maludin (42 tahun).

Sekonyong-konyong, saat melintas di rumah para korban yang saat itu sedang menjemur padi, Heri langsung mengamuk membabi buta dan membacok Maludin dan keluarganya.

Mereka yang dibacok adalah Maludin, Halimah (70 tahun, ibu Maludin), Sri Lestari (35 tahun, istri Maludin), Akbar (8 tahun, anak Maludin).

Selain itu, dua tetangga lain, yakni Yudi dan Supri, yang bermaksud menghentikan tindakan Heri, juga ikut menjadi korban, sehingga total yang jadi korban adalah 6 orang.

Pembacokan itu menewaskan Halimah, ibu Maludin. Sementara Maludin dan keluarganya, serta Yudi dan Supri, mengalami luka di bagian kepala, bahu, tangan dan muka, dan kini sedang menjalani perawatan di RSUD Soedirman.

Menurut Hasan, Ketua RT setempat, Heri sehari-hari bekerja sebagai petani dan pedagang ayam potong. Ia mengaku tak menyangka Heri melakukan tindakan brutal seperti itu, apalagi selama ini Heri tidak punya catatan kriminal apapun.

"Saya gak tahu kronologinya seperti apa. Yang saya tahu cuma, waktu saya keluar, udah ada korban. Dua tangannya itu ngocor (darah) semua. Saya langsung respons bawa ke medis," katanya.

Sementara, menurut seorang warga setempat bernama Wahyudi, Heri dikenal sebagai sosok temperamen.

"Aslinya temperamen. Dulu pernah mengamuk, tapi setelah kejadian ya wis," katanya.

Heri ditangkap oleh jajaran Polres Kebumen bersama barang bukti. Mereka juga terus melakukan pendalaman untuk mencari tahu motif pembacokan tersebut. 

Akibat perbuatannya, Heri dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan terancam hukuman mati.

Artikel Menarik Lainnya:

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X